Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal BTS dan perkembangannya

Mengenal BTS dan perkembangannya BTS. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Di era jaringan telekomunikasi tanpa kabel (wireless) saat ini, keberadaan BTS atau Base Transceiver Station sangat mutlak diperlukan. Tahukah Anda apa itu BTS?

Harus diakui, perkembangan telekomunikasi dunia memang sangat terbantu berkat terciptanya BTS ini. Tanpa BTS, bisa jadi perkembangan teknologi komunikasi nirkabel akan stagnan dan tak mampu menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya.

Awalnya, BTS adalah hasil karya dua ilmuwan jenius asal Korea Selatan bernama Seong Ik Park dan Hae Sik Kim. Dua ilmuwan ini dengan bantuan Hyundai Electronics Industries akhirnya berhasil mendapatkan hak paten terkait BTS pada akhir 1999.

BTS sendiri terdiri dari dua bagian utama, yaitu sebuah sebuah menara yang dilengkapi dengan teknologi pemancar penunjang sambungan wireless untuk menghubungkan beberapa user equipment dengan sebuah jaringan. user equipment (UE) ini bisa berupa perangkat mobile seperti ponsel, telepon WLL, komputer, dan semua perangkat yang tersambung dengan jaringan tanpa kabel.

Saking banyaknya perangkat yang didukung, menara BTS pun dilengkapi dengan berbagai teknologi jaringan telekomunikasi yang ada saat ini. Jaringan tersebut bisa terdiri dari GSM, CDMA, WLL, WAN, WiFi, WiMAX, dan sebagainya.

Seiring perkembangannya sendiri, kemudian turut diciptakan pula OpenBTS yang mampu memangkas berbagai kekurangan dari BTS konvensional selama ini. Lewat OpenBTS, nantinya diharapkan jaringan telekomunikasi nirkabel akan bisa diakses di mana saja tanpa harus terjangkau dengan menara BTS.

Teknolog OpenBTS ini sendiri memanfaatkan sebuah software yang menggunakan bahasa pemrograman C++ yang bisa dipasang dalam sebuah ponsel. Nantinya, ponsel ini yang akan menggantikan fungsi menara BTS.

Teknologi BTS terbuka ini memang memberikan banyak manfaat. Salah satunya, bisa memangkas harga pembangunan BTS yang selama ini menelan biaya ratusan miliar menjadi puluhan juta rupiah saja.

Namun, banyak juga yang menyangsikan hadirnya teknologi ini karena ditakutkan membuat sambungan seluler ilegal. Sehingga, hingga kini OpenBTS belum dilirik serius di negeri ini.

Dari berbagai sumber

TekStory minggu ini:4 Tahun berkibar, Twitter tidak punya logogramSejarah penemuan Liquid Crystal Display (LCD) (mdk/nvl)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP