Jaringan BlackBerry tumbang, operator tak bisa berbuat banyak
BlackBerry memang dikenal kurang transparan kepada operator di Indonesia
Jaringan BlackBerry tumbang sejak tadi siang sampai malam hari ini. Operator telekomunikasi yang tidak memiliki service level agreement dengan pelanggan BlackBerry tak bisa berbuat apa-apa.
Posisi lemah operator diperburuk dengan kurang transparansinya BlackBerry dalam menyikapi jaringan yang tumbang.
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono menilai sudah saatnya operator tak lagi terlalu mengistimewakan BlackBerry.
"BlackBerry sama dengan ponsel pintar lainnya. Jadi sebaiknya operator memperlakukan jaringannya sama baik kepada BlackBerry maupun ponsel pintar lainnya, karena imbal hasil yang diterima juga tidak memadai," ujarnya kepada merdeka.com, belum lama ini.
Terkait dengan tumbangnya BBM, Nonot menilainya sebagai hal yang biasa saja dan mengajak pengguna telekomunikasi menggunakan aplikasi chatting lainnya seperti Kakao Talk, Whatsapp atau lainnya.
Keluhan mengenai bagi hasil yang rendah oleh BlackBerry kepada operator meskipun menggunakan banyak kapasitas yang ada sudah sering diungkapkan sejumlah eksekutif operator dan mereka umumnya enggan disebutkan namanya.
"Jaringan data kami banyak dipakai BlackBerry, kita sebenarnya kerja bakti menyediakan layanan BlackBerry. Namun, ini memang tuntutan pengguna dan bila tidak kami lakukan pelanggan akan protes," ungkap seorang eksekutif operator beberapa waktu yang lalu.
Laporan keuangan operator pun menunjukkan hal yang memprihatinkan, yang mana jaringan data banyak terpakai untuk aplikasi asing atau OTT, yang banyak disumbangkan oleh BlackBerry akan tetapi pemasukan ke perusahaan kecil.
Baca juga:
Gangguan BlackBerry hanya terjadi di Indonesia
Jaringan BB tumbang atau migrasi kanal 3G?
Jaringan terganggu, BlackBerry lakukan investigasi
Kembali bermasalah, layanan Blackberry dikeluhkan penggunanya