Iran: Kami tak pernah berniat lakukan serang cyber ke AS
Hal ini disampaikan kepada Wall Street Journal usai mereka mengeluarkan laporan tersebut.
Wall Street Journal memang melaporkan bahwa serangan yang terjadi dalam jaringan milik perusahaan migas AS berasal dari Iran. Namun, republik Islam tersebut membantah hal tersebut.
Seperti yang dilansir oleh PCMag (25/5), hal ini disampaikan langsung oleh juru bicara resmi mereka kepada Wall Street Journal. Dalam sebuah pertemuan di markas PBB, Iran yang diwakili oleh Alireza Miryousefi menyatakan sanggahannya.
Miryousefi pun menyatakan bahwa selama ini negaranya lah yang justru menjadi sasaran para peretas akibat kebijakan nuklirnya. Malah, mereka sama sekali tak pernah merencanakan untuk melakukan serangan balasan.
"Meskipun Iran selalu dijadikan target serangan cyber yang dibekingi oleh suatu negara tertentu untuk melumpuhkan fasilitas nuklir sipil, jaringan energi, terminal minyak, dan industri, kami tak pernah menginginkan adanya balasan dari serangan cyber tersebut," terang Alireza Miryousefi.
Bahkan, dirinya pun menganggap bahwa ini semua adalah setingan untuk mengalihkan isu. "Kami mengategorikan ini dalam upaya untuk pengalihan isu saja," tambahnya.
Keamanan cyber memang menjadi isu internasional yang terus mengemuka akhir-akhir ini. Jika tidak ditanggapi dengan serius, bukan tidak mungkin negara bisa lumpuh akibat serangan kolektif namun tak terlihat ini.