LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK
  2. IT

Intel dan AMD Mulai Berkoalisi Sikat Qualcomm dari Pasar Chipset?

Intel dan AMD bekerja sama dalam ekosistem x86 baru untuk menghadapi ancaman ARM dari Qualcomm.

Kamis, 17 Okt 2024 13:38:00
apple
Ilustrasi chipset, prosesor. (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

AMD dan Intel, dua perusahaan teknologi besar yang biasanya bersaing, kini bersatu dalam sebuah kelompok penasihat untuk ekosistem x86 yang baru. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk memperkuat posisi arsitektur x86 di tengah meningkatnya popularitas prosesor berbasis ARM dari Qualcomm.

Kerjasama ini menarik perhatian banyak pihak karena AMD dan Intel dikenal sebagai kompetitor utama dalam memproduksi prosesor terbaik di dunia. Saat ini, kedua raksasa teknologi tersebut berupaya membentuk masa depan komputasi dengan menekankan pentingnya kompatibilitas dan konsistensi arsitektur x86.

Seperti yang kita ketahui, x86 merupakan arsitektur mikroprosesor yang telah menjadi dasar komputasi modern selama lebih dari 50 tahun, dengan Intel dan AMD sebagai dua pemimpin dalam produksi prosesor berbasis x86 saat ini. Namun, dengan pesatnya perkembangan ARM—yang digunakan oleh Qualcomm di PC dan oleh Apple dalam produk Mac terbaru—Intel dan AMD mulai merasakan ancaman yang serius.

Mengapa Qualcomm Menjadi Ancaman?

Qualcomm, yang awalnya dikenal di pasar perangkat mobile, kini telah menghadirkan inovasi chipset berbasis ARM ke dalam dunia PC dengan peluncuran Snapdragon X Elite dan laptop Copilot+. Beberapa proyeksi menunjukkan bahwa ARM diperkirakan akan menguasai 40 persen pasar laptop pada tahun 2029, dengan 20 persen penjualan terjadi pada tahun depan.

Advertisement
Advertisement

Angka ini tentu tidak bisa diabaikan oleh Intel dan AMD, mengingat saat ini sebagian besar komputer desktop dan laptop masih menggunakan prosesor berbasis x86. Dengan semakin meningkatnya dominasi ARM, persaingan antara kedua arsitektur chipset ini dipastikan akan semakin ketat, memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen.

Berita Terbaru
  • Komitmen Vinicius Junior di Real Madrid: Tak Terbayangkan Bermain untuk Klub Lain
  • Barcelona Capai Kesepakatan Sensasional untuk Transfer Anthony Gordon Senilai Rp1,5 Triliun
  • Dikabarkan Hilang, Bocah di Makassar Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong
  • Hindari 8 Minuman Ini Saat Bangun Tidur agar Pencernaan Tetap Sehat
  • Bupati Bintan Serahkan Sapi Kurban Presiden, Perkuat Kebersamaan Jelang Idul Adha 2026
  • apple
  • chipset snapdragon 8 gen 1 plus
  • konten ai
  • merdekatek
  • qualcomm
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
Y
Reporter Yuslianson, Yuslianson, Agustinus Mario Damar, Agustin Setyo Wardani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.