LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Ini misteri di balik 'kutub berdarah' di bulan Pluto

Ini misteri di balik 'kutub berdarah' di bulan Pluto. Di Charon, salah satu bulan yang mengitari Pluto, terdapat misteri 'kutub berdarah.' Namun ternyata ini bukan darah, namun hanya semprotan gas metana yang terperangkap di es, dan bereaksi dengan matahari sehingga berwarna layaknya darah.

2016-09-19 06:00:00
Sains
Advertisement

Baru-baru ini, para astronom menemukan hal yang menarik dari salah satu planet kerdil yang jaraknya jauh dari matahari, yakni Pluto. Penemuan ini menarik sekaligus membingungkan, karena salah satu dari bulan yang mengitari Pluto, Charon, memiliki kutub yang berwarna layaknya darah. Hal tersebut tentu aneh di lingkungan yang beku tertutup es.

Dilansir dari Daily Mail, para astronom bahkan memberi nama kutub tersebut sebagai 'Mordor,' layaknya daerah fiksional 'gelap' yang ada di seri novel "Lord of The Rings." Hal ini tentu menimbulkan keingintahuan dari para ilmuwan, yang merasa aneh karena ada sesuatu berwarna merah di tengah-tengah planet yang beku karena es.

Namun akhirnya keingintahuan para ilmuwan terjawab sedikit demi sedikit. Para astronom memperkirakan bawah area merah tersebut adalah area yang 'tersemprot' gas metana dari Pluto. Gas hidrokarbon ini akhirnya 'terjebak' di permukaan Charon.

Advertisement

Hal ini disebabkan karena Pluto yang memang menyemburkan gas metana, dikelilingi di momen yang tepat oleh Charon. Charon sendiri yang memang menghabiskan waktu lama di kegelapan karena tak terpapar sinar matahari, punya temperatur yang cukup rendah untuk menjadikan semburan metana tersebut menjadi es.

Setelah dalam waktu lama tak ada sinar matahari, akhirnya Charon terpapar matahari dan sinar matahari memicu reaksi kimia di es metana yang akhirnya memproduksi warna merah layaknya darah.

Berbagai teori ini disampaikan oleh Dr Will Grundy, seorang pakar luar angkasa di Lowel Observatory di Flagstaff, Arizona, Amerika Serikat. Menurut sang pakar, hal serupa juga ditemukan dengan kadar yang berbeda di bulan Pluto lainnya, seperti Nix.

Advertisement

Menurut sang pakar juga, kejadian seperti ini mungkin hanya terjadi satu kali dalam jutaan tahun. Ini dikarenakan momen yang mungkin tak selalu tepat dan juga proses terjadi yang lambat.

Baca juga:
Ilmuwan Gedung Putih peringatkan manusia soal kiamat asteroid
NASA temukan kumpulan galaksi terjauh di jagat raya
Ilmuwan temukan galaksi paling gelap di alam semesta
Ini planet yang diklaim mampu selamatkan manusia dari kiamat!
Mirip Bumi, 20 planet temuan NASA ini diklaim layak huni!
Oksigen ditemukan di 12 Miliar tahun cahaya jauhnya dari Bumi

(mdk/idc)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.