Industri digital tumbuh, banyak lowongan kerja
Engineer di bidang software semakin dibutuhkan
Chief Technology Officer (CTO) Bukalapak, Nugroho Herucahyono, mengatakan seiring dengan pertumbuhan industri digital di tanah air, kebutuhan engineer di bidang software semakin dibutuhkan.
Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), industri digital tanah air terutama e-commerce akan meningkat menjadi USD 130 miliar pada 2020. Namun sayangnya, sumber daya manusia (SDM) untuk mendukung industri tersebut masih kurang.
"Kita melihat supply dan demand masih kurang untuk industri digital ya khususnya engineer software," ujarnya kepada wartawan usai acara Bukalapak Programming Contest di kantornya, Jakarta, Selasa (02/02).
Menurutnya, hal itu menjadikan pekerjaan rumah bersama para pegiat industri digital untuk mengembangkan engineer di bidang software. Terlebih, era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah dimulai. Persaingan dengan tenaga kerja asing akan semakin sengit.
"MEA jadi tantangan juga buat tenaga kerja Indonesia di mana mereka juga harus bersaing dengan tenaga kerja lain. Akan tetapi, MEA itu juga ada sisi bagusnya. Sisi bagusnya itu, buat melihat kemampuan kita dengan tenaga kerja asing," katanya.
Oleh sebab itu, pihaknya berkomitmen juga akan ikut berpartisipasi untuk mengembangkan SDM Indonesia agar memiliki keunggulan yang sebanding dengan kemampuan SDM dari luar negeri.
"Makanya kita adakan acara kompetisi buat programming skala mahasiswa. Tujuannya mengajak mahasiswa untuk selalu belajar dan meningkatkan kemampuan mereka sebagai engineer," imbuhnya.
Baca juga:
KinerjaPay, e-commerce Indonesia pertama go public di bursa efek AS
iDEA akui masih banyak orang takut belanja online
Dukung olahraga nasional, MatahariMall gandeng Nusantara Polo Club
8commerce, pemain baru di e-commerce yang fokus cari keuntungan
Bos OLX: Kami udah gak 'bakar' uang lagi