LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Indonesia butuh pebisnis teknologi dengan semangat majukan industri

Komisaris TeknoVentura, Adie Marzuki, mengatakan bila pebisnis teknologi masih fokus pada valuasi

2016-04-04 11:57:00
Digital Startup
Advertisement

Komisaris TeknoVentura, Adie Marzuki, mengatakan Indonesia membutuhkan pebisnis teknologi yang bisa menumbuhkembangkan industri digital, khususnya para startup. Pasalnya, dirinya melihat jika model yang dilakukan pebisnis teknologi khususnya para angel investment saat ini cenderung hanya fokus terhadap valuasi dan kurang memperhatikan membangun sebuah industri.

"Indonesia sampai beberapa waktu ke depan butuh pebisnis teknologi yang bisa jadi driver pertumbuhan industri. Kita butuh leader industri, bukan financial engineer. Nanti setelah industri di Indonesia seperti di negara-negara maju, mungkin pola-pola seperti Silicon Valley perlu dilakukan. Tapi sekarang sebaiknya kita bangun industri dulu," ujarnya kepada Merdeka.com, Senin (04/04).

Menurutnya, startup yang ideal adalah fokus ke akuisisi pasar dan lain sebagainya tanpa mengurus soal valuasi. Jika hanya valuasi yang dipikirkan, maka khawatirnya model bisnisnya belum matang.

Advertisement

"Startup yang ideal itu fokus ke akuisisi pasar atau user, inventing and innovating, eksperimen dengan model bisnis dan reveneue streaming, bangun jaringan dan lain-lainnya. Kalau mereka banyak ngurusin valuasi dengan harapan perusahaannya sexy di mata investor, nanti model bisnisnya jadi gak proven," katanya.

Bahkan, lanjutnya, banyak pola-pola penempatan pre seed atau seed funding yang dilakukan oleh pebisnis teknologi hanya sebagai salah satu upaya penguatan/instrumen peningkatan valuasi perusahaan, bukan dengan semangat membangun industri. Kegiatan tersebut berujung ke penjualan perusahaan setelah mendongkrak valuasi perusahaan tersebut.

"Cara itu kurang kondusif dalam pembangunan ekosistem industri secara holistic," singkatnya.

Advertisement

Di TeknoVentura sendiri, kata dia, memiliki prinsip untuk selalu mengedepankan pertumbuhan startup secara berkesinambungan tanpa mengukur kecepatan payback period.

"Di kami, tidak mengukur kecepatan payback period karena lebih mengutamakan pertumbuhan yang berkesinambungan," jelas Adie.

Baca juga:
Jadilah 'smart buyer' dengan cek Penipu.id sebelum belanja online!
Urbanhire berharap jadi platform rekrutmen terdepan se Asia Tenggara
MUI: TrueMoney, uang elektronik satu-satunya bersertifikat syariah
Spotify masuk Indonesia pada akhir Maret!
Bos Tokopedia terpilih jadi Young Global Leaders 2016
Menkominfo masih dilema putuskan blokir Uber dan GrabCar

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.