Ilmuwan sebut situs kuno Stonehenge sebagai Ka'bah-nya Inggris
Stonehenge diklaim sebagai tempat di mana dekat dengan surga
Asal usul situs batu kuno paling terkenal di Inggris, Stonehenge, masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Kini, sebuah teori cukup kontroversial mulai mengemuka. Situs purba itu dikatakan sebagai Ka'bah-nya manusia kuno Inggris.
Menurut Julian Spalding, mantan direktur beberapa museum utama Inggris, Stonehenge disebut sebagai sebuah pondasi dari altar kayu raksasa tempat manusia untuk berdoa pada tuhan. Altar itu diklaim sebagai tempat untuk mendekatkan diri dengan surga.
Mengingat Stonehenge sudah berumur 4.000 tahun lebih, altar kayu itu lapuk dan hilang. Julian lantas menyatakan bila yang tertinggal kini hanyalah pondasi dari kayu raksasa dengan bentuk melingkar tersebut.
"Di masa lalu, tidak ada ritual agama yang dilakukan di tanah karena hal itu dianggap merendahkan dewa atau Tuhan. Bukti tempat ritual kuno seperti itu juga bisa ditemukan di Mesir atau China," ujar Julian.
Julian percaya bila manusia kuno Inggris mulai berdoa di Stonehenge dengan cara menaiki sebuah tangga besar menuju altar kayu di atas Stonehenge. Setelah itu mereka bergerak berlahan memutari altar berbentuk lingkaran, mirip yang dilakukan umat Islam saat ini saat mengitari Ka'bah ketika berhaji.
"Salah satu kepercayaan lama manusia kuno adalah bumi berbentuk datar. Oleh karena itu mereka membangun tempat tinggi untuk melakukan upacara agama, agar lebih dekat dengan langit (surga). Hampir semua agama besar saat ini melakukan hal seperti itu, misalnya Ka'bah di Mekkah, di mana umat Islam berjalan mengitarinya, mirip gerakan bintang yang berputar," lanjut Julian.
Bedanya, 'pemuja' di Stonehenge berjalan melingkar mengikuti rasi bintang di langit saat upacara berlangsung. Pemujaan ini diakui Julian berlangsung saat ada pimpinan suku yang mati atau perayaan titik balik matahari.
Sayangnya, teori Julian tersebut dianggap belum bisa menjawab misteri Stonehenge. Sir Barry Cunliffe, ahli sejarah dari Oxford mengatakan Julian butuh lebih banyak bukti untuk menyatakan Stonehenge sebagai Ka'bah-nya menusia Inggris kuno.
"Dia mungkin saja benar. Banyak situs batu purba berbentuk melingkar di Inggris yang tidak mempunyai altar di atasnya. Stonehenge pun bisa saja seperti itu dulunya," jelas profesor Cunliffe.
Baca juga:
Planet bercincin ditemukan bersembunyi di belakang Saturnus
Cincin 'Allah' muncul di Swedia, bukti bangsa Viking pemeluk Islam?
Meski tak lazim, 6 mitos cuaca 'turun temurun' ini benar 100 persen!
Temukan bukti baru, ilmuwan makin yakin manusia keturunan 'alien'
Kekuatan super tokek ini bikin ilmuwan kagum sekaligus penasaran