Gelombang gravitasi terdeteksi, ramalan Albert Einstein benar!
Einstein sudah memprediksi adanya gelombang gravitasi sejak puluhan tahun silam
Apabila masih hidup, Albert Einstein akan sangat bahagia di tahun 2016 ini. Sebab ilmuwan telah berhasil menemukan bukti dari kebenaran prediksi di teori relativitas Einstein yang terakhir, yakni keberadaan gelombang gravitasi.
Menggunakan antena sepanjang 4 kilometer berbentuk 'L' di pusat penelitian LIGO di Washington dan Lousiana, Amerika Serikat, ilmuwan akhirnya mendeteksi gelombang gravitasi yang berasal dari dua buah lubang hitam yang bertabrakan. Kedua 'black-hole' itu sendiri berjarak miliaran tahun cahaya dari Bumi.
Kamis kemarin (11/02), LIGO secara resmi mengumumkan penemuan gelombang gravitasi pertama tersebut yang terdeteksi tanggal 14 September 2015 lalu.
Gelombang gravitasi adalah 'riak-riak' gravitasi yang terbentuk saat dua buah benda dengan massa dan energi sangat besar bertemu dan saling berakselerasi. Sekilas, gelombang gravitasi mirip riak air yang terbentuk saat kita meneteskan air di atas kolam.
Namun gelombang gravitasi yang dihasilkan oleh tubrukan lubang hitam tadi mempunyai energi 50 kali lebih dasyat dari semua bintang di alam semesta digabung dan menyebar ke berbagai penjuru alam semesta dengan kecepatan cahaya! Namun, karena jarak waktu yang sangat jauh, ketika gelombang tersebut sampai di detektor di Bumi, yang terdengar hanyalah bunyi seperti 'kicauan' di LIGO.
Karena sangat dahsyat dan cepat, tak aneh bila gelombang gravitasi itu mampu mengacaukan struktur ruang dan waktu, membuat waktu di tempat-tempat yang terkena gelombang gravitasi itu melambat dan kemudian lebih cepat.
Lebih lanjut, gelombang gravitasi yang ditemukan ini sejatinya telah tercipta 1,3 milyar tahun yang lalu, melalui tabrakan dua lubang hitam raksasa yang mempunyai massa 29 dan 36 kali lebih besar daripada matahari. Pasca bergabung, muncullah satu lubang hitam raksasa dengan massa 62 matahari.
Teori relativitas soal gelombang gravitasi dari Einstein ini sebenarnya adalah sebuah ide di mana jika ada sebuah massa yang sangat besar berakselerasi, maka massa tersebut akan mampu mengubah struktur ruang dan waktu serta menghasilkan gelombang gravitasi. Ilmuwan sendiri awalnya tidak yakin gelombang ini bisa terdeteksi sampai Bumi.
Sumber: New York Times
Baca juga:
Mengapa sebelum hujan kita merasa gerah?
7 Hewan ini jauh lebih setia dari manusia, bawa 'cinta' sampai mati
Warsito bantah tinggalkan Indonesia demi alat penyembuh kankernya
Bukan dari mata turun ke hati, dari mana datangnya cinta?
6 Tempat bercuaca paling ekstrim, rumah ribuan kilat dan hujan asam