E-commerce perang harga, Bukalapak pilih jaga 'kesehatan' perusahaan
Perang harga menjadi salah satu alat untuk memenangkan 'pertarungan' di bisnis e-commerce
Persaingan antar perusahaan e-commerce saat ini semakin sengit. Perang harga menjadi salah satu alat untuk memenangkan 'pertarungan' di bisnis ini. Hal yang sama juga pernah dilakukan di industri telekomunikasi. Perang harga menjadi suatu bagian yang tak terbantahkan.
Founder sekaligus CEO Bukalapak.com, Achmad Zaky, mengutarakan, jika industri e-commerce saat ini sedang dalam tahapan seperti industri telekomunikasi yang beberapa dari para pemainnya melakukan perang harga.
"Most of player melakukan seperti di industri telekomunikasi dengan perang harga. Tetapi, Bukalapak.com gak mau ikut-ikutan soal perang harga itu. Kecuali, kalau ada event-event tertentu seperti Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan lebaran, ya kita ikutan melakukan diskon. Tapi untuk setiap harinya melakukan diskon, sepertinya tidak akan dilakukan," kata Dia di kantornya, Jakarta, Senin (23/11).
Lebih lanjut, dirinya enggan mengomentari para pemain e-commerce yang melakukan banting harga setiap harinya. Bagi Dia, setiap perusahaan e-commerce memiliki strateginya masing-masing. Bisa saja perusahaan e-commerce yang ramai-ramai melakukan perang harga, ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar mau berbelanja online.
"Bisa saja mereka juga memiliki misi lain seperti memberikan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan belanja online. Tapi yang jelas, Bukalapak.com gak ikut-ikutan soal itu. Bagi kami, lebih mementingkan sisi 'kesehatan' perusahaan,"jelasnya.
Baca juga:
Apa beda profesi Data Scientist dengan Business Intelligence?
Profesi data scientist kini makin diburu perusahaan!
Ini rahasia ampuh membangun bisnis online dari awal
Manjakan pelanggan setia, Tiket.com bagi-bagi mobil dan motor
Bisnis e-commerce sumbang pendapatan JNE sekitar 60 persen