DPR bakal panggil Facebook jelaskan kebocoran data pengguna
DPR bakal panggil Facebook jelaskan kebocoran data pengguna. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, turut berkomentar terkait bocornya data pengguna Facebook di Indonesia. Menurutnya, jika hal ini benar, maka pihaknya tak tanggung-tanggung akan memanggil perwakilan Facebook Indonesia.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Hanafi Rais, turut berkomentar terkait bocornya data pengguna Facebook di Indonesia. Menurutnya, jika hal ini benar, maka pihaknya tak tanggung-tanggung akan memanggil perwakilan Facebook Indonesia.
"Komisi I bisa memanggil perwakilan Facebook di Indonesia. Dan tidak tertutup kemungkinan memanggil pula perwakilan perusahaan over the top (OTT) yang lain seperti Google dan Twitter," jelasnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Kamis (4/4).
"Sesegera mungkin kami panggil," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini, jika terbukti benar Facebook bersalah, maka mereka telah melanggar terms of services-nya sendiri, khususnya terkait dengan privasi, distribusi dan keamanan data para pengguna layanan media sosial ini.
"Belum lagi kepatuhannya menaati aturan UU maupun peraturan Menteri Kominfo terkait penyelenggaraan layanan sistem elektronik," katanya.
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sendiri, kini tengah menunggu konfirmasi dari pihak Facebook Indonesia terkait pasti jumlah data pengguna Indonesia yang bocor. Selain itu, ia juga mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian mengantisipasi diperlukannya penegakan hukum secepatnya.
"Kami sedang meminta angka pastinya," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan siaran pers Facebook, Rabu (4/4), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.
Dari 87 juta data yang kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada beberapa negara termasuk Indonesia.
Indonesia masuk urutan ketiga data yang disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yang kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, dan Australia.
Baca juga:
Menkominfo soal Facebook: Kami sudah koordinasi dengan POLRI
Data pengguna bocor, Menkominfo sebut Facebook bisa dikenakan sanksi
Data pengguna Facebook di Indonesia bocor
Polemik skandal Facebook, Indonesia masih adem ayem
Hati-hati membagi data di media sosial
DPR didesak panggil Facebook jelaskan keamanan data pengguna Indonesia
Diejek Apple, Facebook klaim pihaknya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik