LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Digosipkan akan dicaplok XL, Axis cuek

Anita Avianty: Kami tak terpengaruh rumor dan spekulasi dan tetap memberikan layanan seperti biasa.

2013-05-24 13:15:00
XL
Advertisement

Dirumorkan akan diakuisisi Axiata GRoup lewat PT XL Axiata Tbk, PT Axis Telekom Indonesia mengaku tak terpengaruh dan tetap fokus menghadirkan layanan seluler yang berkualitas tapi tetap terjangkau.

Head of Corporate Communicaton Axis, Anita Avianty, mengatakan pihaknya tak terpengaruh rumor dan spekulasi dan tetap memberikan layanan seperti biasa.

"Business as usual, apalagi bulan Ramadhan sudah dekat, itu adalah showcase kami," tuturnya kepada merdeka.com, Jum'at (24/5).

Seperti diketahui, Berdasarkan informasi dari telegeography.com, Rabu (22/5), Axiata berminat mengakuisisi Axis lewat anak usahanya XL Axiata di Indonesia.

Sebelumnya, Presdir XL Axiata, Hasnul Suhaimi, menyatakan membuka diri terhadap tawaran konsolidasi dengan operator lain.

XL sendiri pernah menjalin kerja sama roaming dengan Axis di sejumlah daerah di Sumatera pada 2010. Namun kerja sama tersebut dihentikan tahun lalu tanpa alasan yang jelas.

Sutrisman melihat kerja sama roaming seperti ini sebenarnya tidak melanggar aturan, justru pelanggan lah yang diuntungkan.

Hal senada diungkapkan Head of Corporate Legal XL, Sutrisman, bahwa pihaknya membuka diri terhadap merger dan akusisi dengan oerator lain.

Namun, tambahnya, pihaknya belum menentukan kriteria apapun terkait soal merger dan tidak ada kaitannya juga dengan kedekatan frekuensi. Seperti diketahui, operator yang paling dekat frekuensinya dengan XL adalah Axis.

"Aturan merger, termasuk penyatuan frekuensi masih diatur regulator, jadi kami masih menunggu. Namun yang pasti, XL siap setiap saat untuk merger dengan operator lain," ujar Sutrisman.

Menurut dia, pihaknya melihat di satu sisi banyak operator di luar tiga besar yang berdarah-darah karena pendapatannya yang makin menurun, bahkan beberapa diantaranya mencatat kerugian.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mengakui, di luar operator tiga besar, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL, kondisi operator memprihatinkan, bahkan cenderung kolaps.

Ismail Ahmad, Direktur Telekomunikasi, Kemenkominfo mengungkapkan penurunan trafik suara dan meningkatnya trafik data bikin pendapatan operator menurun, karena yang berjaya justru vendor OTT (over the top) seperti Google, Yahoo, Facebook, Twitter, dan lainnya.

"Untuk itulah Kemenkominfo mendorong agar operator melakukan konsolidasi dalam bentuk merger atau sharing infrastruktur sehingga lebih meminimalkan pengeluaran operasional," tuturnya.

Baca juga:
Axis belum hitung investasi migrasi 3G
Axis merilis program Pakai Axis Rame-Rame
XL Hadirkan Konser 'Pesan Cinta Afgan' di Tangerang
'XL Nonton', solusi konten video hiburan bagi orang sibuk
XL dan Indosat saling klaim operator nomor 2

(mdk/ega)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.