Axis belum hitung investasi migrasi 3G
Merdeka.com - PT Axis Telekom Indonesia mengaku belum menghitung investasi yang diperlukan untuk melakukan migrasi frekuensi 3G dari kanal 2 dan 3 ke kanal 11 dan 12.
Seperti diketahui, Axis merupakan satu-satunya operator 3G yang mengeluarkan investasi untuk pemasangan filter di base transceiver station (BTS)-nya untuk mengurangi interferensi dari pancaran sinyal code division multiple access (CDMA) milik PT Smart Telecom.
Head of Corporate Communication Axis Telekom, Anita Avianty, mengatakan pihaknya masih menghitung biaya untuk pemasangan filter-filter sebagai penangkal interferensi dengan Smart.
"Meski belum mulai melakukan migrasi, namun Axis terus melakukan persiapan seperlunya," ujarnya kepada merdeka.com, Selasa (21/5).
Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, telah menekan Permenkominfo soal Migrasi 3G. Dalam regulasi yang belum diketahui detail dan nomornya tersebut, pemerintah memerintahkan kepada operator 3G untuk segera melakukan migrasi tanpa mengganggu layanan kepada pelanggan. Pemerintah memberi waktu hingga enam bulan sejak bulan lalu.
Merza Fachys, Direktur Layanan Korporasi Smartfren Telekomunikasi, selaku induk usaha Smart Telekom, mengatakan penambahan filter di CDMA baru merupakan solusi apabila semua langkah yang dilakukan belum menunjukkan hasil yang diharapkan.
"Jadi seperti yang sudah disepakati oleh semua operator, maka koordinasi B2B merupakan jalan yang paling bijak untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya.
Karena, tambahnya, percuma saja apabila hanya memasang filter tambahan di CDMA tetapi tidak dilakukan langkah-langkah sebelumnya, maka sinyal CDMA masih tetap akan diterima oleh receiver 3G bahkan akan diperkuat juga.
(mdk/ega)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya