LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEK
  2. IT

Departemen Kehakiman AS Minta Google Jual Browser Chrome, Ada Apa?

Departemen Kehakiman AS berencana memaksa Google menjual Chrome setelah keputusan hakim.

Selasa, 19 Nov 2024 13:27:00
google
How to clear cache in Chrome on your Android devices. ((Photo by Bastian Riccardi on Pexels))
Advertisement

Departemen Kehakiman Amerika Serikat berencana meminta hakim yang menangani kasus antitrust Google untuk memaksa perusahaan tersebut menjual browser Chrome. Informasi itu seperti dikutip dari The Verge, Selasa (19/11).

Langkah ini diambil setelah hakim menyatakan bahwa Google telah mempertahankan monopoli pencarian yang ilegal, menurut laporan Bloomberg.

Mengapa Langkah Ini Diambil?

Chrome merupakan browser yang paling banyak digunakan di dunia. Pengacara pemerintah berargumen bahwa penggunaan Chrome dalam mempromosikan produk-produk Google merupakan salah satu faktor yang membatasi saluran dan insentif bagi pertumbuhan kompetisi di pasar.

Advertisement

Selain itu, pihak Departemen Kehakiman juga mengusulkan agar Google memisahkan sistem operasi Android dari layanan pencarian dan Google Play, meskipun tidak ingin memaksa Google untuk menjual Android itu sendiri.

Usulan Lain dari Departemen Kehakiman

Beberapa usulan lain yang sedang dipersiapkan oleh pejabat terkait antara lain adalah agar Google berbagi lebih banyak informasi dengan pengiklan. Mereka juga meminta agar Google memberikan pengiklan lebih banyak kontrol atas tempat iklan mereka ditampilkan.

Advertisement

Bloomberg juga melaporkan bahwa pejabat akan merekomendasikan agar Google memberikan lebih banyak opsi kepada situs web untuk mencegah konten mereka digunakan oleh produk kecerdasan buatan Google. Selain itu, mereka akan mendorong larangan terhadap jenis kontrak eksklusif yang menjadi pusat kasus terhadap Google.

Tanggapan Google Terhadap Usulan Ini

Lee-Anne Mulholland, Wakil Presiden Urusan Regulasi Google, menyatakan bahwa Departemen Kehakiman "terus mendorong agenda radikal yang jauh melampaui isu-isu hukum dalam kasus ini," seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg. Pernyataan ini menunjukkan ketidakpuasan Google terhadap langkah-langkah yang diusulkan oleh pemerintah.

Advertisement

Dengan adanya langkah ini, Google harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan baru dalam operasionalnya, terutama terkait dengan browser Chrome yang telah menjadi bagian integral dari ekosistem produk mereka.

Berita Terbaru
  • Identifikasi Masih Berlangsung, RS Polri Minta Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Lapor ke Posko DVI
  • Sorot Kekerasan di Daycare Yogyakarta, DPR Segera Panggil Mendikdasmen
  • RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan di Bekasi, Keluarga Diminta Tunggu Hasil Identifikasi
  • Penjualan PT Mayora Indah Tbk Turun, tapi Laba Kotor Naik Jadi Rp2,49 Triliun
  • Kasus Daycare Little Aresha, Dokter Ungkap Bahaya Mengikat Kaki Bayi
  • berita update
  • google
  • google chrome
  • konten ai
  • merdekatek
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
F
Reporter Fauzan Jamaludin
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.