Bos Indosat bicara soal bisnis operator virtual
Bisnis MNVO atau operator visual bisa berjalan asal regulasi dari pemerintah jelas
Presiden Direktur Indosat, Alexander Rusli mengatakan tak masalah jika pemerintah membuka kran bisnis baru untuk Mobile Virtual Network Operator (MVNO) atau operator virtual. Asalkan, regulasi dari pemerintah jelas.
"Bisnis MVNO, selama regulasi clear gak ada masalah. Tapi, memang harus dilihat tergantung daerah mana yang boleh masuk. Jangan sampai MVNO tidak memiliki izin di sini," ujarnya usai acara peluncuran program Ketupat Ramadhan di kantor Indosat, Jakarta, Senin (8/6).
MVNO ini merupakan layanan bergerak yang menyewa atau memakai spektrum frekuensi milik Mobile Network Operator (MNO) dengan melakukan perjanjian bisnis.
Sederhananya, model bisnis MVNO ini bisa dikatakan sebagai reseller dari MNO. Bahkan, MVNO ini bisa membangun infrastrukturnya sendiri sesuai dengan teknologi, kebutuhan, dan izin spektrum frekuensi yang dimiliki oleh MNO.
Sebagai pucuk pimpinan Indosat, Alex terbuka terhadap obrolan mengenai MVNO. Dia pun menyadari bahwa MVNO juga bisa menangani ceruk pasar yang selama ini belum dimasuki MNO.
"Saya open terhadap diskusi tersebut. Dengan MVNO, ceruk-ceruk pasar yang selama ini belum ditangani bisa dimasuki. Jadi memang itu harus diberikan kepada orang yang ngerti pasar, kalau boleh pemain domestik yang main. Karena pemain domestik mengerti pasar Indonesia," paparnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara pernah mengatakan akan mengkaji peluang bisnis untuk skema MVNO ini.
Baca juga:
Indosat percaya diri hadapi lonjakan trafik selama lebaran
Indosat raih Asia's Most Admired brand 2014-2015
Menkominfo: Hanya soal waktu, bakal ada operator telko yang tumbang
Ingin jadi global hub, Telkom akuisisi GTA Teleguam
Amankan infrastruktur, penyelenggara telekomunikasi gandeng POLRI