Bisnis software edukasi diramalkan tumbuh 15 persen tahun ini
Masih ada banyak peluang di bisnis software edukasi di Indonesia
Pasca diumumkannya kebijakan tentang penggunaan e-sabak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bulan lalu, apakah hal tersebut juga berpengaruh terhadap pertumbuhan bisnis software edukasi?
Direktur PT Pesona Edukasi, Harry S. Chandra memprediksikan ada pertumbuhan dari dampak kebijakan itu.
"Ya, salah satu penyebabnya info dari Menteri yang mau menggunakan e-sabak untuk daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal)," katanya saat dihubungi Merdeka.com, (21/2).
Menurutnya, dengan kebijakan tersebut akan ada pertumbuhan 15 persen.
"Feeling saya tumbuh minimal 15 persen," ujarnya.
Sementara itu, menurut pengamat ICT, Heru Sutadi penggunaan software edukasi saat ini memang sudah mulai dimanfaatkan oleh beberapa sekolah. Namun, mayoritas belum dijadikan sebagai kebutuhan. Dirinya pun melihat masih ada ceruk pasar yang bisa dijadikan peluang bisnis.
"Kalau saya lihat, ceruk pasar yang mungkin bisa dimasuki saat ini adalah pengetahuan bahasa, pembelajaran untuk anak usia dini sampai TK dan pelajaran agama," katanya.
Baca juga:
Usaha Vimeo turuti permintaan pemerintah sudah maksimal
Indonesia bakal bisa nikmati layanan '911' berkat Mark Zuckerberg
Kabar gembira! OneDrive beri 100 GB gratis bagi pengguna Dropbox
Facebook bakal beri akses internet gratis ke negara berkembang
Apa kabar National Payment Gateway Indonesia?