Benarkah Malaysia Airlines tersedot ke dalam "lubang hitam"?
Namun ada laporan bahwa perangkat mobile orang-orang yang ada di pesawat itu masih dapat dihubungi.
Sampai sekarang, hilangnya Malaysia Airlines masih menjadi misteri karena belum ditemukan tanda-tanda keberadaan pesawat tersebut.
Dari belum ditemukannya pesawat itu, maka memunculkan banyak spekulasi yang salah satunya adalah tersedotnya pesawat ke dalam lubang hitam auronautikal atau aeronautical black hole.
Secara umum, aeronautical black hole ini adalah ilusi yang sangat membahayakan pilot selama penerbangan. Ketika masuk ke dalam aeronautical black hole, maka pilot akan merasakan sensasi yang berlawanan antara mesin pesawat dan apa yang dia lihat dengan mata.
Dalam pengertian secara umum, mengambil contoh dari pemahaman lubang hitam di angkasa luar, lubang hitam atau black hole mempunyai kemampuan untuk menyedot segala sesuatu yang berada di sekitar dan di dekatnya. Namun tidak diketahui apa yang terjadi apabila telah tersedot ke dalam lubang itu.
Dikutip dari Daily Mail (11/06), memang terjadi banyak sekali spekulasi terkait hilangnya Malaysia Airlines secara misterius itu. Seorang pakar aeronautika dari Royal Academy of Engineering bernama Stewart John memberikan komentarnya bahwa ada kemungkinan bahwa pesawat tersebut jatuh ke dalam lubang hital aeronautikal.
Namun yang menjadi pertanyaan adalah apabila benar Malaysia Airlines tersedot lubang hitam auronautikal, kenapa beberapa orang yang anggota keluarganya ikut dalam penerbangan mengatakan bahwa perangkat mobile korban masih aktif dan dapat dihubungi.
Secara logika, apabila sudah tersedot ke dalam suatu lubang hitam, maka segala jaringan dan sinyal juga akan terputus secara otomatis.
Sumber: Dailymail.co.uk, Avweb.com, Wikipedia.org, Flightglobal.com, Beforeitnews.com
Baca juga:
4 Ramalan yang muncul seputar hilangnya Malaysia Airlines
5 Hal ini kuatkan dugaan pesawat MH370 dibajak teroris
Ini wajah dua orang dengan paspor curian di Malaysia Airlines
3 Aksi raja dukun Malaysia cari pesawat Malaysia Airlines
WWF: Laut China Selatan lebih horor dari Segitiga Bermuda