LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Bekas karyawan BTEL masih tuntut bertemu Anindya Bakrie

Bekas karyawan Bakrie Telecom menggelar demo di depan Wisma Bakrie I. Pangkal masalahnya, pihak BTEL belum memenuhi janji terkait tunjangan bagi karyawan PHK 2015 lalu, dengan alasan masih menunggu dana. Pendemo menanti itikad baik perusahaan. Mereka menuntut komunikasi dengan pimpinan BTEL, yaitu Anindya Bakrie.

2016-09-27 13:42:23
Telco
Advertisement

Bekas karyawan Bakrie Telecom (BTEL) kembali menggelar demo di depan Wisma Bakrie I kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (27/09). Sebanyak 50-an orang membentangkan spanduk dan berorasi menuntut untuk manajemen BTEL melunasi pesangon karyawan yang terkena PHK.

Pangkal persoalannya adalah waktu akhir Desember 2015, ada program pensiun dini dan PHK, saat itu ada 400 orang yang diputuskan PHK. Sebanyak 400 orang itu tanda-tangan melakukan perjanjian bersama.

Dalam perjanjian itu disebutkan, masing-masing yang terkena PHK akan dibayarkan tunjangan PHK dan akan dicicil selama 12 kali. Artinya dari Januari 2016 sampai dengan Desember 2016 dan dibayar setiap akhir bulan.

Advertisement

Namun, sejak masuk bulan Februari 2016, komitmen manajemen mulai menunjukkan tidak baik. Pasalnya, janji yang akan dibayarkan tepat waktu pada akhir bulan, mundur pada bulan berikutnya.

"Untuk bulan Mei aja baru dibayar 33 persen dan itu mereka baru bayar pada bulan September," ujar Koordinator demo Syamsir Mohar kepada Merdeka.com saat ditemui di depan Gedung Wisma Bakrie I, Jakarta, Selasa (27/09).

Maka dari itu, pihaknya masih berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan bertemu Anindya Bakrie yang pada waktu itu menjabat sebagai Komisaris Utama Bakrie Telecom. Pasalnya, berkali-kali bertemu dengan Manajemen BTEL tak bisa memutuskan mengenai persoalan mereka.

Advertisement

"Anindya Bakrie pernah bicara bahwa urusan kami sudah dipercayakan sama Manajemen. Tapi nyatanya, pihak manajemen tidak bisa putuskan. Padahal mereka udah dikasih kuasa sama Anindya," paparnya.

Dia mengatakan alasan manajemen membayar tak sesuai dengan kesepakatan lantaran tengah mencari dana.

"Alasannya mereka menunggu dana lagi," tukasnya.

Menurutnya, permasalahan ini bisa selesai hanya dengan satu cara, yakni, jika Anindya Bakrie mau bertemu dengan mereka.

"Itu saja. Di situ ketahuan Anindya mau bayar atau tidak ini yang kita tunggu. Klo dia gentleman harusnya berani memutuskan," jelasnya.

Baca juga:
China bangun parabola terbesar sedunia untuk komunikasi dengan alien
Kominfo dinilai diskriminatif soal regulasi Network Sharing
Lintasarta miliki data center baru kelas dunia
Manfaat besar telekomunikasi di daerah terpencil
Ooredoo dikabarkan bakal jual Indosat
Serikat Pekerja BUMN: pemerintah langgar komitmen telekomunikasi
KPPU inginkan persaingan sehat di industri telekomunikasi

(mdk/gni)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.