Baterai Lithium-air bisa jadi baterai smartphone masa depan
Baterai lithium air dikembangkan oleh Cambridge University, akan gantikan baterai lithium-ion saat ini
Baterai adalah sumber kehidupan dari berbagai alat elektronik, termasuk smartphone. Jika selama ini baterai yang dipakai smartphone adalah baterai jenis lithium-ion, sekarang ini sedang dikembangkan baterai lithium-air.
Terobosan ini datang dari ilmuwan di Cambridge University. mereka membuat dari elektroda karbon berbulu yang mungkin menjadi komponen kunci dari baterai lithium-air. Namun, tidak mulus begitu saja, teknologi yang dikembangkan ini masih banyak rintangannya.
Baterai lithium-air ini memang lebih alami dari pada baterai lithium-ion saat ini. Namun, baterai ini belum stabil untuk digunakan sehari-sehari, serta masih memiliki efisiensi energi yang rendah.
Tidak hanya itu, baterai ini juga hanya bisa dipakai di lingkungan dengan lingkungan yang memiliki oksigen murni, sehingga tidak praktis jika digunakan di beberapa daerah tertentu.
Para peneliti sampai sekarang terus berusaha mengembangkan. Mereka membuat baterai lithium-air ini semakin stabil dan efisien dengan memberikan iodida lithium dan elektroda karbon yang terbuat dari graphene.
Baca juga:
Ini kata startup Indonesia soal antusias investor di Silicon Valley
Ingin hantui teman saat halloween? 5 Teknologi ini jawabannya!
Enkripsi diklaim sebagai teknologi antisadap paling canggih
Hati-hati, pencarian informasi sensitif di Google bisa bahaya
ITS EXPO 2015 jadi pesta seni, ilmu, budaya terbesar di Indonesia