Bagaimana Nasib Frekuensi 900 Mhz pasca XL dan Smartfren Merger?
Proses merger antara XL Axiata dan Smartfren kini semakin mendekati tahap akhir. Pemerintah akan mendapatkan kembali 7,5 MHz dari frekuensi 900 MHz.
Proses penggabungan antara dua operator seluler besar, XL Axiata dan Smartfren, semakin mendekati penyelesaian. Direktur Jenderal Infrastruktur Digital di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi),
Wayan Toni Supriyanto, mengungkapkan bahwa setelah proses merger selesai, sejumlah spektrum frekuensi akan dikembalikan kepada pemerintah untuk penataan ulang.
Dalam penjelasannya di Kantor Kemkomdigi, Wayan menyatakan, seperti yang dilaporkan oleh Antara, pada Sabtu (22/3/2025), bahwa XL Axiata akan mengembalikan 7,5 MHz dari pita frekuensi 900MHz yang saat ini dikuasainya. Ini merupakan bagian dari regulasi spektrum frekuensi yang berlaku di Indonesia.
Wayan menambahkan, "(Spektrum yang dikembalikan) lebar pitarnya 7,5 MHz dari frekuensi 900 MHz, itu yang dipegang oleh XL akan dikembalikan."
Pemerintah berencana melakukan proses refarming atau penataan ulang terhadap spektrum frekuensi yang dikembalikan tersebut. Setelah proses penataan selesai, spektrum yang telah ditata ulang akan dilelang kembali agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh industri telekomunikasi.
"Jadi nanti (frekuensi yang ada di 900 MHz) dilelang lagi, biasa di-refarming lagi. Itu memang mekanismenya," tambah Wayan.
Kemkomdigi telah memberikan persetujuan untuk rencana merger ini melalui keluarnya persetujuan prinsip dari Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Saat ini, proses merger XL Axiata dan Smartfren berada di tangan para operator untuk dilanjutkan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
Kesepakatan merger ini pertama kali diumumkan pada Desember 2024, ketika para pemegang saham kedua perusahaan menyetujui penggabungan anak usaha mereka.
Entitas baru ini diperkirakan memiliki valuasi perusahaan pra-sinergi gabungan sebesar Rp 104 triliun atau setara dengan 6,5 miliar dolar AS.
XL Axiata akan tetap menjadi entitas yang bertahan, sementara Smartfren dan SmartTel akan bergabung di bawah nama XLSmart. Kepemilikan XLSmart akan dikelola secara bersama oleh Axiata Group Berhad dan Sinar Mas, dengan masing-masing memiliki 34,8 persen saham serta pengaruh yang setara dalam pengambilan keputusan strategis.