LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TEKNOLOGI

Australia terancam 'dijajah' ikan yang bisa berjalan di darat

Ikan agresif dan berbahaya itu ternyata banyak terdapat di Indonesia

2015-06-04 10:36:00
Penelitian
Advertisement

Apakah Anda mengenal ikan 'climbing pearch'? Mungkin tidak, namun tentu ikan betok atau bethik akrab di telinga Anda. Nah, percaya atau tidak ikan air tawar itu kini bersiap menjajah Australia.

Ikan 'climbing pearch' atau ikan betok saat ini diketahui mulai menyeberang dari Papua Nugini menuju pantai-pantai Australia. Jenis ikan yang diketahui bisa berjalan tersebut oleh ilmuwan Australia diklaim bisa mengancam kehidupan hewan di Negeri Kanguru. Bagaimana bisa?

Berdasarkan penelitian Universitas James Cook, ikan betok dikategorikan sebagai ikan agresif yang dapat membunuh ikan, burung, dan kura-kura endemik Australia. Akar masalah berada di sisik dan kemampuan adaptasi hebat mereka di berbagai lingkungan, termasuk daratan kering sekalipun.

Advertisement

Dengan sisik berduri yang tajam, burung-burung pemangsa ikan yang mencoba memakan 'climbing pearch' bakal tersedak duri dan mati. Banyak laporan yang masuk ke ilmuwan terkait burung pelikan yang mati akibat ikan tersebut.

Yang membuat ilmuwan semakin khawatir, ikan ini bisa berjalan di daratan dan hidup dengan menggunakan sirip depan mereka selama hampir satu minggu, membuat daerah persebaran mereka menjadi sangat luas. Mereka pun tahan terhadap air garam.

Bahkan saat ada kemarau, 'climbing pearch' juga bisa melakukan hibernasi atau tidur panjang di lumpur sembari menunggu hujan turun kembali.

Advertisement

Untungnya, invasi ikan betok ke Australia belum memasuki tahap berbahaya meski sudah terlihat sejak tahun 2005. Ikan ini sekarang hanya ditemukan di pantai-pantai utara Australia, seperti Torres Strait, yang memang dekat dengan Papua Nugini.

Menurut pernyataan penduduk Torres Strait pada ilmuwan Universitas James Cook, kecil kemungkinan ikan 'climbing pearch' bisa berenang dari Papua Nugini ke Australia. Kemungkinan besar mereka berhasil terdampar di pantai-pantai Australia akibat terbawa nelayan Papua Nugini, Mashable (03/06).

Akan tetapi, bila tidak dikendalikan persebarannya, bukan tidak mungkin ikan betok yang juga banyak terdapat di Indonesia ini bakal mengancam kelestarian satwa di Australia.

Baca juga:
Pemuda 20 tahun pimpin misi bersih-bersih samudra Pasifik
Ini alasan kucing suka rewel soal makanan
9 Fakta menarik terkait pemakaian gadget di kalangan remaja
Tak disangka, setiap hari manusia minum air kencing dinosaurus
Mengejutkan, dinosaurus ternyata berdarah panas bak manusia
Ilmuwan temukan spesies manusia baru di Afrika

(mdk/bbo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.