68 Website pemerintah Filipina kena retas, China jadi tersangka
Apakah hacker Filipina akan balik balas dendam?
Pada tanggal 12-13 Juli lalu, pemerintah Filipina melaporkan bila sekitar 68 website milik mereka terkena serangan peretasan massal. Menariknya, banyak pihak lantas menuding China di balik serangan siber. Apa yang sedang terjadi?
Hacker China menjadi tersangka karena di serangan itu memenangkan gugatan Filipina atas kasus pembangunan pulau baru di kawasan Laut Filipina Barat oleh China. Filipina beranggapan bila pembangunan China di kawasan itu bisa mengusik kedaulatan maritim negaranya.
Tidak lama setelah putusan dari Pengadilan Arbitrase Internasional yang berbasis di Den Haag Belanda diturunkan tanggal 12 Juli lalu, puluhan serangan DDoS dialami oleh berbagai website pemerintah Filipina. Serangan DDoS dialami oleh website besar atau kecil, mayoritas langsung down alias tidak bisa diakses.
Serangan DDoS yang berlanjut hingga tanggal 13 Juli ini menyerang website berbagai kementerian utama Filipina. Beberapa di antaranya adalah website Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, hingga website Bank Central Filipina.
Pemerintah Filipina sendiri pada akhirnya tidak bisa menemukan lokasi si hacker. Mereka berspekulasi bila hacker berasal dari China akibat waktu bertepatan dengan keputusan Pengadilan Arbitrase Internasional yang merugikan China. Selain itu, beberapa situs yang di retas juga di-deface dan laman situsnya menampilkan pesan yang ditandatangani pemerintah China.
Baca juga:
Situs Polresta Yogya diretas, berisi pesan Joker musuh Batman
BBM Kabag Humas Pemkot Bogor dibajak, pelaku minta sejumlah uang
Bagaimana cara hacker Arab Saudi bajak akun Twitter CEO Google?
Ramadan, hacker muslim gencar serang website wanita panggilan
Hacker Google sumbangkan hadiah sayembara 'hacking' untuk amal
Ini 10 grup hacker paling kondang di awal tahun 2016