LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SUMUT

Mengenal Upacara Mangirdak, Tradisi Tujuh Bulanan Ibu Hamil di Suku Batak

Dalam tradisi ini, ibu hamil menyampaikan pesan-pesan atau curahan hatinya ketika sedang mengandung agar tidak menjadi beban ketika anaknya lahir hingga tumbuh dewasa.

2022-10-23 12:00:00
Sumut
Advertisement

Upacara adat Suku Batak cukup beragam dan sarat akan makna yang mendalam. Hal ini tidak lepas dari filosofi sang leluhur. Suku Batak sangat menjunjung tinggi sistem kekerabatan. Sistem kekerabatan ini tidak lepas dari kelahiran seorang anak.

Anak merupakan anugerah yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dalam Suku Batak, setiap kehamilan wanita juga dikenal suatu upacara untuk mensyukuri serta mendoakan kelancaran saat sedang mengandung yaitu Upacara Mangirdak.

Upacara Mangirdak dilaksanakan ketika seorang ibu hamil menginjak usia kandungan tujuh bulan atau saat hamil tua. Tujuannya agar calon buah hati dan sang ibu sehat serta kebahagiaan selalu menyelimuti. Hingga proses persalinan berjalan lancar tanpa ada halangan apapun.

Advertisement

Masyarakat Batak sudah memahami jika calon ibu tidak boleh terbebani oleh sesuatu hal seperti rasa rindu, beban ekonomi, dan apapun yang menjadi bebannya selama mengandung.

Pelaksanaan Upacara Mangirdak


Melansir budaya-indonesia.org,  jika pihak keluarga perempuan (parboru) akan datang tiba-tiba ke rumah borunya tanpa pemberitahuan dengan membawakan makanan kesukaan anaknya (hasoloman ni boruna) dan ikan mas "dengke". Ikan mas tadi biasanya disajikan berwarna kuning, maknanya adalah warna kuning biasa dikenal sebagai penyampaian harapan, doa, dan mimpi-mimpi.

Advertisement

Setelah berkumpul dengan keluarga besar beserta para tetangga dan kerabat anaknya, maka ibunya akan menghidangkan makanan yang dibawa tadi dan meminta borunya untuk memakannya atau ibunya menyuapi hingga kenyang.

Youtube.com/Jabat Parna ©2022 Merdeka.com

Uniknya, makanan yang dibawakan keluarga perempuan harus dicicipi terlebih dahulu oleh borunya yang sedang hamil bahkan suaminya sekalipun. Setelah ia mencicipi makanannya, barulah siapapun bisa ikut mencicipinya.

Selain itu, ada juga pihak keluarga perempuan yang memberi tahukan kedatangannya nanti agar pihak menantu, orang tua dan kerabatnya laki-laki (paranak) bisa menyambut kedatangan mereka.

Biasanya pihak menantu akan menyediakan daging lengkap dengan jambar/na margoar, dan parboru dengan beberapa kerabatnya akan membawa ikan mas serta ulos.


Menyampaikan Keluh Kesah dan Harapan yang Belum Tercapai

Upacara Mangirdak sendiri tidak hanya sekedar simbol rasa syukur, doa, dan harapan ketika anaknya lahir. Upacara ini juga sebagai ajang untuk ibu hamil agar menyampaikan pesan-pesan atau curahan hatinya ketika sedang mengandung dan tidak menjadi beban ketika anaknya lahir hingga tumbuh dewasa.

Pihak perempuan akan melayangkan pertanyaan berkaitan soal kehidupannya saat sedang mengandung. Mulai dari permasalahan ekonomi hingga permasalahan keluarganya terutama dengan suaminya. Intinya adakah keinginan yang belum kesampaian.

Apabila hal itu ada, maka pihak perempuan dan pihak mertua akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi itu permintaan sang anak agar tidak menjadi beban dan penghalang ketika anaknya lahir nanti.

Acara semacam Upacara Mangirdak tentu saja dilakukan di daerah lain dengan istilah dan makna yang berbeda-beda. Upacara ini sebagai bentuk untuk memberikan semangat, dan keyakinan kepada calon ibu.

(mdk/adj)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.