Mencicipi Halua, Manisan Buah Khas Langkat yang Ada Sejak Zaman Kesultanan
Halua merupakan makanan tradisional khas Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, yang berupa manisan dari buah-buahan.
Jika berkunjung ke Sumatra Utara (Sumut), jangan lupa untuk mencicipi kuliner yang ada di daerah ini. Pasalnya, Sumut merupakan daerah yang terkenal akan wisata kulinernya yang beraneka ragam.
Salah satu kuliner yang patut untuk dicoba, yakni halua. Halua adalah makanan tradisional dari Kabupaten Langkat. Makanan ini mirip seperti manisan yang umumnya dibuat dari buah-buahan.
Konon, makanan khas ini sudah ada sejak zaman kesultanan dan masih banyak ditemukan hingga saat ini. Masyarakat biasanya menyajikan makanan ini untuk tamu, khususnya saat Lebaran.
Melansir dari unggahan akun Instagram @disbudparsumut pada Minggu (15/8), berikut informasi selengkapnya.
Ada Sejak Zaman Kesultanan
Menurut sejarah, halua ini sudah ada sejak zaman dulu. Dulunya, makanan tradisional ini sering dihidangkan pada acara-acara atau peringatan hari besar di kalangan kesultanan pesisir timur Sumatra yang wilayahnya terbentang dari Langkat hingga Riau.
Nama halua berasal dari Bahasa Arab, yang artinya manisan. Halua sering disajikan pada saat Lebaran, untuk menjamu tamu yang datang ke rumah. Namun, saat ini di hari-hari biasa juga banyak penjual yang menjajakan halua.
Terbuat dari Buah
Sama seperti manisan pada umumnya, halua ini biasanya dibuat dari berbagai macam buah yang tumbuh di Langkat. Seperti pepaya, buah gelugur, buah renda, kolang kaling dan buah gundur. Tapi ada juga halua yang terbuat dari sayuran, seperti cabai, labu, wortel, terong dan daun pepaya.
Cara membuatnya pun mudah, bahan yang sudah dibersihkan lalu diberi gula dan kemudian didiamkan selama beberapa hari. Setelah didiamkan, halua siap untuk disajikan.