Ditiadakan karena Pandemi, Ini Fakta Menarik Tradisi Bubur Pedas di Masjid Raya Medan
Tradisi bubur pedas di Masjid Raya Al Mashun atau Masjid raya Medan, merupakan warisan Kesultanan Melayu Deli yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.
Pandemi Covid-19 yang masih merebak, membuat tradisi pembagian bubur pedas sebagai menu buka puasa di Masjid Raya Al Mashun atau Masjid Raya Medan, Sumatra Utara (Sumut) kembali ditiadakan tahun ini.
Melansir dari ANTARA, Sekretaris Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Al Mashun Zaini Hafiz mengatakan, ditiadakannya tradisi ini sesuai dengan imbauan pemerintah guna menghindari kerumunan.
"Selama pendemi ini, sejak tahun yang lalu juga sudah kita tiadakan. Karena imbauan dari pemerintah untuk tidak ada berkerumunan," katanya pada Selasa (13/4).
Tradisi bubur pedas merupakan warisan Kesultanan Melayu Deli yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu.
Penasaran seperti apa tradisi ini? Simak fakta menariknya selengkapnya.
Makanan Keluarga Kesultanan Deli
©2020 Merdeka.com
Melansir dari merahputih, tradisi bubur pedas ini dimulai sejak masa Kesultanan Deli pada 1909 yang saat itu sedang dipimpin oleh Tuanku Sultan Makmun Al-Rasyid Perkasa Alam Syah.
Awalnya, sajian ini merupakan makanan bagi keluarga kerajaan. Namun seiring berjalannya waktu, keluarga Kesultanan Deli mengundang masyarakat umum untuk ikut menikmati sajian bubur pedas tersebut yang biasanya hanya disajikan pada saat acara tertentu.
Tradisi ini kemudian terus berjalan dan turun-temurun terus dilestarikan oleh masyarakat Kota Medan dan diadakan di Masjid Raya Al Mashun.
Kaya Akan Rempah
©2020 Merdeka.com
Melansir dari makanmana, bubur pedas dibuat menggunakan 40 jenis rempah dan daun daunan yang berkhasiat bagi tubuh.
Rempah-rempah yang digunakan seperti kunyit, temu kunci, temu hitam, jintan serai, temu mangga, dan puluhan macam jenis rempah lainnya.
Semua rempah itu kemudian dicampurkan dengan bahan-bahan lain, seperti kentang, wortel dan tauge. Sementara untuk campurannya biasanya menggunakan potongan dada ayam serta udang segar.
Hanya Ada di Acara Tertentu
travelingmedan.com ©2021 Merdeka.com
Meski kini bisa dinikmati oleh semua orang, namun bubur pedas hanya dibuat oleh warga pada acara tertentu saja. Hal ini karenakan proses pembuatan bubur pedas yang tidak mudah dan cenderung rumit.
Ditambah lagi, bubur pedas ini biasanya disajikan dalam jumlah yang banyak. Biasanya, bubur pedas ini disajikan dalam acara pernikahan, kenduri, sunatan, puasa, dan Lebaran saja.
Selain lezat, bubur pedas juga dikenal punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan baik untuk menghangatkan badan.