Duh! 3 Pembalap ini Malah Terpuruk Setelah jadi Juara Dunia MotoGP
Sungguh malang bagi Joan Mir, juara dunia MotoGP 2020. Sejak Suzuki keluar dari MotoGP dan ia bergabung dengan Repsol Honda, namanya seolah-olah hilang.
Nasib juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, sungguh malang. Sejak Suzuki keluar dari MotoGP pada tahun 2022 dan Mir bergabung dengan Repsol Honda, popularitasnya seolah memudar. Pada musim 2023, yang merupakan tahun pertama Joan Mir bersama Honda, ia tidak berhasil meraih podium sama sekali.
Bahkan, pencapaian terbaiknya hanyalah finis di posisi lima pada balapan MotoGP India di Buddh International Circuit. Pada MotoGP 2024, tantangan yang dihadapi Mir tidak kunjung membaik, di mana ia kesulitan untuk masuk ke sepuluh besar dalam setiap balapan.
Joan Mir
Joan Mir akan tetap bersama tim Honda untuk musim 2025. Dia berharap agar para insinyur di Jepang dapat melakukan perbaikan pada performa motor RC213V. Menarik untuk dicatat bahwa Joan Mir bukanlah satu-satunya juara dunia MotoGP yang mengalami penurunan dalam prestasinya. Menurut Bola.com, ada tiga nama lain yang juga mengalami hal serupa. Mari kita scroll ke bawah untuk mengetahui siapa saja nama-nama tersebut.
Kenny Roberts Jr
Kenny Roberts Jr. berhasil meraih gelar juara dunia di kelas 500cc pada tahun 2000. Kelas 500cc ini merupakan pendahulu dari ajang MotoGP yang kita kenal saat ini. Pada masa itu, Roberts bersaing ketat dengan Valentino Rossi yang masih baru dalam dunia balap. Dalam total 16 balapan, Roberts mencatatkan empat kemenangan dan lima kali naik podium.
Namun, pada tahun 2001, Roberts dan motor Suzuki yang ditungganginya mengalami kesulitan untuk mempertahankan gelar juara. Dominasi Rossi yang sangat kuat menjadi tantangan besar bagi Roberts. Di musim itu, ia hanya berhasil meraih satu podium dan menutup musim di posisi sebelas. Setelah tahun 2001, prestasi pembalap asal Amerika Serikat ini semakin menurun, dan namanya pun mulai terlupakan.
Dalam perjalanan kariernya, Kenny Roberts Jr. menunjukkan potensi besar di awal, tetapi situasi di tahun-tahun berikutnya tidak berpihak padanya. Dia mengalami kesulitan yang signifikan untuk bersaing di level tertinggi. "Total Roberts membukukan empat kemenangan dan lima podium dari total 16 balapan," menggambarkan prestasinya yang cemerlang di tahun 2000. Namun, setelah itu, performanya menurun tajam, dan ia tidak lagi menjadi sorotan utama di dunia balap motor. Meskipun pernah menjadi juara, perjalanan kariernya menunjukkan betapa cepatnya perubahan dalam dunia balap yang kompetitif.
Alex Criville
Alex Criville adalah seorang pembalap yang dianggap kurang beruntung karena harus bersaing dengan Mick Doohan di tim Repsol Honda pada saat Doohan berada di puncak kariernya. Namun, nasib baik berpihak padanya ketika Mick Doohan mengalami sejumlah kecelakaan dan cedera yang membuatnya absen di musim 1999. Berkat situasi tersebut, Criville berhasil meraih gelar juara dunia di kelas 500cc. Pada tahun 2000, ia kembali dianggap sebagai calon kuat juara dunia. Sayangnya, motor NSR500 yang digunakannya pada tahun itu ternyata tidak sebanding dengan performa motor yang ia kendarai pada musim sebelumnya. Akibatnya, ia menghadapi banyak kesulitan sepanjang musim tersebut.
Di musim 2002, hanya tiga tahun setelah meraih gelar juara dunianya, Alex Criville mengambil keputusan untuk pensiun dari dunia balap. Keputusan ini diambil karena kondisi fisiknya yang semakin memburuk. Meskipun ia pernah merasakan puncak kesuksesan, tantangan yang dihadapinya membuatnya tidak dapat melanjutkan karier balapnya. Criville adalah contoh nyata bagaimana keberuntungan dan nasib dapat mempengaruhi perjalanan seorang atlet. "Namun Criville dinaungi dewi fortuna ketika Mick Doohan mengalami serangkaian kecelakaan dan cedera pada musim 1999."
Nicky Hayden adalah seorang pembalap motor profesional yang terkenal
Nicky Hayden meraih gelar juara dunia MotoGP 2006 setelah mengalahkan Valentino Rossi dalam persaingan yang sangat ketat hingga seri terakhir di Valencia. Dalam klasemen akhir, Hayden hanya berhasil unggul lima poin dari Rossi, menunjukkan betapa sengitnya kompetisi di antara mereka.
Pada musim MotoGP 2006, Hayden mencatatkan dua kemenangan yang menjadi momen berharga dalam kariernya. Menariknya, kedua kemenangan tersebut merupakan yang terakhir ia raih sebelum memutuskan untuk meninggalkan dunia MotoGP pada tahun 2015.
Sayangnya, Nicky Hayden mengalami kecelakaan fatal saat bersepeda di Rimini, Italia, pada 17 Mei 2017. Pada saat itu, ia masih terdaftar sebagai pembalap reguler di ajang World Superbike, yang menunjukkan dedikasinya terhadap dunia balap meskipun telah meninggalkan MotoGP.