LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Waspada Gelombang Baru! COVID-19 Kembali Meningkat di Asia, Varian NB.1.8.1 Mengintai

Kasus COVID-19 global kembali meningkat pada Mei 2025, terutama di Asia. Varian NB.1.8.1 menjadi perhatian. Bagaimana situasi di Indonesia? Simak selengkapnya!

Minggu, 01 Jun 2025 11:03:00
covid19
We'll show you how to request your free COVID tests online or by phone. (© 2024 merdeka.com)
Advertisement

Meski pandemi telah mereda, ancaman COVID-19 belum sepenuhnya usai. Asia kembali dihadapkan pada peningkatan kasus, terutama dari varian baru yang kini mulai menyebar cepat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak lengah. 

Varian Baru NB.1.8.1: Turunan Omicron yang Perlu Diwaspadai

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa varian baru virus penyebab COVID-19, NB.1.8.1—yang berasal dari garis keturunan Omicron JN.1—telah ditemukan di 22 negara hingga 28 Mei 2025. Salah satu negara yang melaporkan kehadiran varian ini adalah China.

Varian ini dikategorikan sebagai variant under monitoring oleh WHO. Artinya, belum ada bukti bahwa varian ini lebih mematikan, namun tetap perlu diawasi karena bisa menyebar secara luas. William Schaffner, profesor penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center, menyebut bahwa gejala yang ditimbulkan varian ini tidak jauh berbeda dengan varian COVID-19 sebelumnya.

“Kebanyakan pasien mengalami demam, batuk, kelelahan, sakit tenggorokan, hingga gangguan pencernaan seperti diare,” kata Schaffner. Ia juga menambahkan bahwa COVID-19 belum sepenuhnya menghilang karena penyakit ini masih menyebabkan sekitar 300 kematian per minggu di Amerika Serikat.

Advertisement

Ancaman dari Negara Tetangga: Malaysia, Singapura, Thailand Meningkat

Seorang petugas kesehatan menyiapkan suntikan vaksinasi COVID-19. © 2021 merdeka.com

Pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menegaskan bahwa peningkatan kasus di sejumlah negara Asia Tenggara bukanlah alarm krisis, melainkan bukti bahwa sistem surveilans mereka masih aktif dan sensitif.

"Malaysia masih menggunakan Prevention and Control of Infectious Diseases Act 1988, yang mewajibkan semua fasilitas kesehatan untuk melaporkan kasus COVID-19 secara real-time," ujar Tjandra.

Advertisement

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini di Thailand telah ditemukan varian rekombinan baru bernama XEC, yang pertama kali dilaporkan di Jerman dan telah menyebar ke sedikitnya 15 negara. Sementara di Singapura, varian NB.1.8 dan LF.7 mendominasi kasus baru, dan di Hongkong, varian JN.1 masih mendominasi penyebaran.

Meski Indonesia belum mendeteksi varian XEC, Tjandra menekankan pentingnya memperkuat surveilans genomik dan epidemiologik. "Kita harus terus memantau dan mengantisipasi lonjakan kasus dari luar negeri, tanpa harus buru-buru menerapkan pembatasan perjalanan," imbuhnya.

Respons Pemerintah Indonesia: Tetap Siaga dan Edukatif

Menanggapi perkembangan situasi COVID-19 di Asia, Kementerian Kesehatan RI langsung mengeluarkan Surat Edaran (SE) kewaspadaan. Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kasus di kawasan, termasuk peningkatan di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Hongkong.

“Meski transmisi varian-varian baru masih tergolong rendah, kewaspadaan tetap perlu dijaga,” ujarnya.

Kemenkes mencatat bahwa situasi dalam negeri saat ini masih relatif aman, dengan tren penurunan kasus konfirmasi mingguan dari 28 kasus (minggu ke-19) menjadi hanya 3 kasus pada minggu ke-20, dengan positivity rate sebesar 0,59 persen. Varian dominan yang saat ini terdeteksi di Indonesia adalah MB.1.1.

Langkah Pencegahan: Jangan Lengah Meski Kasus Rendah

Pemerintah melalui Kemenkes menganjurkan sejumlah langkah strategis untuk masyarakat maupun fasilitas pelayanan kesehatan:

  1. Pantau Gejala dan Riwayat Kontak
  2. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala infeksi saluran pernapasan (demam, batuk, sesak) dan memiliki riwayat kontak dengan orang dari negara yang mengalami lonjakan kasus.
  3. Gunakan Masker di Kerumunan
  4. Masker tetap dianjurkan terutama di tempat ramai atau saat sedang sakit untuk mencegah penyebaran lebih luas.
  5. Cuci Tangan Secara Rutin
  6. Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer sangat membantu menekan risiko penularan.
  7. Etika Batuk dan Bersin
  8. Tutup mulut dengan tisu atau bagian dalam siku ketika batuk/bersin agar tidak menyebarkan virus ke sekitar.
  9. Vaksinasi Tetap Penting
  10. Meski tidak wajib, vaksinasi tahunan tetap menjadi salah satu langkah perlindungan, terutama bagi lansia, penderita komorbid, dan mereka dengan sistem imun lemah.

Peran Surveilans dan Literasi Publik

Ilustrasi Batuk dan Pilek © 2023 merdeka.com

Seiring dengan dinamika penyebaran varian baru, penguatan sistem pelaporan dini menjadi sangat penting. Kemenkes telah mengimbau fasilitas kesehatan untuk terus memperbarui data melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dan melakukan deteksi dini terhadap tren kasus ILI (influenza-like illness), SARI (severe acute respiratory infection), dan pneumonia.

Literasi publik tentang perkembangan varian juga harus ditingkatkan. Tidak semua varian baru berarti lebih ganas, namun tetap berpotensi menyebar luas apabila masyarakat lengah.

Tetap Waspada, Tapi Jangan Panik

Munculnya varian baru seperti NB.1.8.1 dan XEC menjadi pengingat bahwa COVID-19 masih hidup berdampingan dengan kita. Meski dunia sudah berada di luar masa pandemi, adaptasi kebiasaan sehat dan penguatan sistem deteksi dini menjadi tameng utama dalam menghadapi gelombang baru.

Advertisement

Sebagaimana dikatakan oleh dokter Amy Edwards dari Case Western Reserve University, "Cuci tangan, pakai masker saat sakit, dan jangan ragu untuk tetap di rumah jika merasa tidak enak badan—ini bukan hanya melindungi diri Anda, tapi juga orang lain." Mari kita jaga diri, keluarga, dan lingkungan dengan bijak. Karena kewaspadaan hari ini, adalah kesehatan kita di masa depan.

Berita Terbaru
  • Kemenangan Gemilang Ester Nurumi Tri Wardoyo Antar Indonesia ke Semifinal Piala Uber 2026
  • Ganda Putri Indonesia Ana/Meilysa Gemilang, Bawa Merah Putih Unggul Sementara di Perempat Final Piala Uber 2026
  • Kemenhub dan KAI Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api
  • Garuda Indonesia Kembali Masuk 25 Maskapai Terbaik Dunia 2026, Bukti Konsistensi Layanan
  • Wamenaker Ungkap Hasil Investigasi, Gaji THR Hillcon Belum Terbayar Penuh
  • berita update
  • covid19
  • covid-19
  • covid-19 di asia tenggara
  • efek vaksin booster
  • info kesehatan
  • konten ai
  • konten nais
  • nais
  • pandemi covid-19
  • subvarian baru covid-19
  • vaksin covid-19
Artikel ini ditulis oleh
Editor Titah Mranani
T
Reporter Titah Mranani
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.