LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Vaksinolog: Proses Pembuatan Vaksin Berjenjang Demi Jaga Kemanjuran

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, mengatakan pembuatan vaksin itu berjenjang, berlapis, dan bertingkat. Prosesnya yang rumit memastikan kualitas vaksin terjaga. Prinsip imunisasi atau vaksin yakni untuk memberikan kekebalan pada tubuh tanpa harus sakit dahulu.

2020-10-20 14:46:18
Indonesia Kuat
Advertisement

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog, dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, mengatakan pembuatan vaksin itu berjenjang, berlapis, dan bertingkat. Prosesnya yang rumit memastikan kualitas vaksin terjaga.

"Jangan dibayangkan obat-obat dicampur di mangkok [terus jadi]. Mulai dari ditumbuhkan virus/bakterinya, kita ada panen, kita formulasi, dicuci sampai jutaan kali, sampai hasil akhir jadi vaksin. Prosesnya rumit dan tidak main-main sehingga kualitasnya terjaga," katanya dalam forum dialog ‘Lindungi Diri Saat Pandemi’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), seperti ditulis Selasa (20/10).

Prinsip imunisasi atau vaksin yakni untuk memberikan kekebalan pada tubuh tanpa harus sakit dahulu. Artinya, vaksin merangsang tubuh supaya memiliki kekebalan tubuh tanpa harus sakit dahulu.

Advertisement

"Kalau bicara soal vaksin, gimana cara membuat vaksin, membuat vaksin amat sangat sulit karena vaksin diberikan kepada orang sehat, vaksin itu bukan obat. Vaksin diberikan untuk pencegahan," tambahnya.

Menurutnya, proses pembuatan vaksin sangat panjang yang dimulai dari saat para peneliti menetapkan ingin membuat vaksin A misalnya. Setelah itu, vaksin masih harus diuji ke hewan percobaan untuk memastikan keamanan dan efektifitasnya.

"Kalau sudah terbukti efektif dan aman, baru diuji manusia, disebut uji klinis fase I, II, dan III. Nanti sekalipun sudah ada izin edar, tetap di-monitoring pada fase keempat," tekannya.

Advertisement

Proses yang sangat panjang ini dinilainya untuk memastikan bahwa vaksin yang diproduksi harus aman karena tidak ada tawar menawar dalam hal keamanan. Bahkan saat sudah mendapat izin edar, keamanan vaksin terus diawasi oleh berbagai lembaga.

Di Indonesia ada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selaku pengawas, lalu ada Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, dan ada World Health Organization (WHO).

Dalam kasus luar biasa seperti pandemi COVID-19, industri kesehatan mempercepat proses penemuan vaksin, tetapi tentu saja tidak meninggalkan prinsip kehati-hatian dan keamanan. Soal efek samping, dia menyebutkan semua produk medis memiliki efek samping.

"Jangankan obat, kalau makan nasi kebanyakan bisa diabetes, minum air kebanyakan mengganggu fungsi ginjal. Efek samping vaksin 95 persen sifatnya ringan dan lokal. Paling sering nyeri di bekas suntikan," katanya.

Gejala sistemik seperti demam misalnya, diakuinya sangat kecil jumlahnya. Menurutnya, demam karena vaksinasi sangat wajar karena itu merupakan pertanda bahwa vaksinnya bekerja dan sistem imunitas terstimulasi.

Baca juga:
Kemenkeu: Biaya Vaksinasi Covid-19 Seharusnya Tidak Dibebankan Kepada BPJS Kesehatan
Usai Bertemu Negara ASEAN, China Janji Produksi Vaksin Covid-19 Secara Global
INFOGRAFIS: Fakta-fakta Ini Bantah Mitos Menyesatkan soal Vaksin
Ridwan Kamil Pilih Depok jadi Simulasi Penyuntikan Vaksin Covid-19
Setelah Divaksin, Masyarakat Tetap Harus Patuh Protokol Kesehatan
VIDEO: Kehalalan Vaksin Tunggu Cap MUI
Pemerintah Akan Suntikkan Vaksin Covid-19 Mulai Akhir November 2020

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.