Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, Sido Muncul Adakan Bantuan Operasi Bibir Sumbing Gratis untuk 40 Pasien di Lebak
Sido Muncul menggelar operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit untuk 40 pasien dengan bantuan senila
Bibir sumbing dan langit-langit mulut (cleft lip and palate) merupakan salah satu kondisi bawaan lahir yang masih banyak ditemui di Indonesia.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Smile Train Indonesia, diperkirakan sekitar 1 dari 800 kelahiran hidup di Indonesia mengalami kondisi ini, yang berarti ribuan anak setiap tahunnya terlahir dengan bibir sumbing atau langit-langit mulut.
Kondisi ini tidak hanya memengaruhi penampilan fisik, tetapi juga dapat menyebabkan kesulitan dalam berbicara, makan, dan bahkan perkembangan psikososial anak bisa terganggu jika tidak segera ditangani.
Menyadari pentingnya penanganan hal tersebut, Sido Muncul melalui salah satu produk unggulannya yaitu Kuku Bima menggelar operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit untuk 40 pasien dengan bantuan senilai Rp260 juta di RS Misi Lebak, Banten, Sabtu (22/2/2025).
Operasi ini juga didukung oleh Dokter Spesialis Bedah Plastik dari Yayasan Hayandra Peduli, serta tim dokter dan tenaga medis dari RS Misi Lebak.
Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengungkapkan bahwa kegiatan operasi bibir sumbing dan langit-langit gratis menjadi bukti nyata kontribusi Sido Muncul dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Siapa saja yang pernah merasakan sakit seperti bibir sumbing, tentu suatu hal yang berat, karena itu, setiap kali kami melihat orang sakit, ingin membantu dan itu saya lakukan di Sido Muncul," ungkapnya.
"Hari ini, kami melakukan operasi bibir sumbing dan semua yang kami lakukan intinya Sido Muncul harus hidup dengan tema kontribusi, apa pun itu," imbuh Irwan.
Irwan berharap agar para keluarga pasien bibir sumbing tidak putus asa atas kondisi yang terjadi.
"Saya harap tidak putus asa, siapa tahu, hidupnya lebih beruntung ke depannya," ujar Irwan.
Sementara itu, Direktur RS Misi Lebak, Drg. Palti Siregar, M. Kes (MMR) mengapresiasi kontribusi Sido Muncul yang menggandeng Smile Train Indonesia untuk melakukan operasi bibir sumbing gratis.
"Mudah-mudahan, ke depannya bukan lagi Bakti sosial, tapi sudah menjadi layanan kesehatan, sehingga berapa pun yang datang (pasien bibir sumbing) bisa tetap ditangani," ujarnya.
Hampir 500 Pasien Sudah Terbantu
Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia, Deasy Larasati mengungkapkan bahwa program operasi bibir sumbing yang bekerja sama dengan Sido Muncul sudah dilakukan sejak 3 tahun yang lalu. Smile Train Indonesia dan Sido Muncul pun hingga saat ini sudah membantu hampir 500 pasien bibir sumbing. Dan operasi bibir sumbing secara gratis perdana dilakukan di Lebak, Banten.
"Harapannya untuk siapa pun yang membutuhkan bantuan operasi bibir sumbing yang sekiranya bisa menjangkau rumah sakit ini (RS Misi Lebak) dipersilakan untuk bisa mendaftar," ujar Deasy.
Ia juga melihat, cukup banyak anak-anak yang usianya semestinya dari sejak usia 3 bulan bisa dibantu operasi supaya mereka bisa tidak bermasalah dengan makan, minum, dan berbicara.
"Jadi semakin mereka mendapatkan informasinya lebih cepat akan semakin cepat juga ditangani dan mereka juga bisa hidupnya lebih berkualitas ke depannya," ujar Deasy.
Operasi Bibir Sumbing Perlu Rutin untuk Bantu Pasien
Ketua dan Pendiri Yayasan Hayandra Peduli, Dr. dr. Karina, Sp.BP-RE, yang juga merupakan Dokter Spesialis Bedah Plastik dari Klinik Hayandra, berharap program operasi bibir sumbing dan langit-langit dapat dilakukan secara rutin, kasus bayi lahir dengan kondisi tersebut masih terus terjadi.
"Kita masih belum bisa menyetop angka kelahiran bayi sumbing. Biasanya, bayi sumbing tidak mengalami kelainan pada otaknya, hanya di masalah bibir dan celah langit-langit. Mereka lebih rentan terhadap infeksi telinga dan saluran napas, tetapi ini bukan kondisi yang mengancam jiwa, tetapi mengancam kualitas hidup," jelasnya.
Dr. Karina menjelaskan bahwa operasi bibir sumbing dapat dilakukan sejak bayi berusia minimal tiga bulan. Sementara itu, operasi langit-langit lebih kompleks, sehingga batasan usia pasien biasanya antara 1 hingga 20 tahun.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi bibir sumbing sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak usia kehamilan 4 hingga 5 bulan, meskipun pada tahap itu sudah tergolong terlambat karena kelainan telah terjadi.
Selain nutrisi, faktor genetik juga berperan besar, meskipun masih ada penyebab lain yang belum diketahui secara pasti.
"Faktor genetik juga sangat kuat memegang peranan. Sampai detik ini sangat sulit menekan supaya angka kelahiran sumbing itu sampai nol koma sekian persen," ujarnya.
Untuk mencegah kekurangan nutrisi seperti asam folat, Dr. Karina menyarankan ibu dan ayah mengonsumsi sayur, buah, dan kacang-kacangan, serta mengonsumsi suplemen dan menerapkan pola hidup sehat.
Orangtua Sambut Bahagia Bantuan Sido Muncul
Salah satu orangtua pasien operasi bibir sumbing, Mursah (38) merasa terbantu dengan adanya kegiatan yang dihadirkan Sido Muncul Bersama Smile Train Indonesia.
Warga Lebak Gedong itu pun mendapatkan informasi terkait operasi bibir sumbing tersebut dari salah satu bidan di dekat rumahnya.
"Awal bulan Februari saya dapat informasi ada operasi bibir sumbing gratis, saya senang mendapat kabar itu, terus saya bawa anak saya (Siti Amirah) ke sini supaya bisa ikut operasi," ujar Mursah.
Ia pun menuturkan, dengan kondisi anaknya, sebagai orangtua merasa sedih karena tidak seperti anak dalam kondisi normal lainnya.
"Tapi Insya Allah akan dioperasi, saya senang, Alhamdulillah, karena anak saya terbantu, siapa tahu bisa seperti anak-anak dengan kondisi normal pada umumnya," tutur Mursah.
"Saya berharap operasi dan prosesnya lancar, supaya sembuh dan sehat, dan untuk Sido Muncul semoga bisa terus maju serta sukses," jelasnya.
Sebagai informasi, bantuan operasi sumbing bibir gratis telah dilakukan Sido Muncul sejak tahun 2018, dan pertama kali dilakukan di Kupang, NTT.
Bantuan telah dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Total pasien yang telah dioperasi hingga saat ini adalah 664 pasien.