LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Terobsesi pada makanan sehat? Itu gejala Orthorexia!

Sesuatu yang terlalu memang tak baik, kawan. Salah satunya jika Anda terlalu terobsesi pada makanan sehat.

2015-09-18 15:06:40
Diet Ekstrem
Advertisement

Clean eating menjadi sebuah gerakan yang populer beberapa tahun terakhir. Hampir semua majalah, blog dan media sosial dipenuhi gambar orang-orang yang berpose dengan smoothie, salad dan dessert bebas gula.

Artis papan atas Hollywood seperti Gwyneth Paltrow dan Jessica Alba bahkan mengaku sangat pilih-pilih makanan. No makanan manis! No makanan olahan! Semua harus organik dan bebas gulgar alias gula-garam.

Kecenderungan untuk selalu makan sehat, menurut para peneliti bisa berubah jadi obsesi. Nah, obsesi itu nantinya dapat memicu suatu kondisi yang disebut orthorexia.

Orthorexia tentunya tidak sama dengan anoreksia. Profesor Charlotte Markey, seorang psikolog di Universitas Rutgers, mengatakan bahwa penderita orthorexia tidak membatasi jumlah makanan yang masuk ke tubuh mereka, seperti apa yang dilakukan penderita anoreksia.

Penderita orthorexia hanya membatasi atau bahkan menghilangkan makanan yang mereka anggap tidak murni atau buruk bagi kesehatan, seperti gula, karbohidrat, dll.

Apakah Anda atau saya termasuk orang yang menderita orthorexia?

Profesor Charlotte akan memberi sedikit clue pada kita. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus kita jawab untuk mengungkap apakah kita terkena orthorexia atau tidak.

1. Apakah Anda menghabiskan lebih dari 3 jam sehari untuk berpikir tentang diet Anda?

2. Apakah Anda sudah membuat rencana tentang menu Anda untuk beberapa hari ke depan?

3. Apakah nilai gizi dari makanan Anda lebih penting daripada rasanya?

4. Kualitas hidup Anda menurun, sementara kualitas diet Anda meningkat?

5. Apakah Anda menjadi lebih keras pada diri Anda akhir-akhir ini?

6. Apakah Anda merasa lebih tenang ketika Anda makan makanan sehat?

7. Apakah diet yang Anda jalani membuat Anda sulit makan di luar? Menjauhkan Anda dari teman-teman dan keluarga Anda?

8. Apakah rasa percaya diri Anda meningkat karena kebiasaan makan yang Anda jalani sekarang?

Apakah Anda sudah menjawab semua pertanyaan di atas? Bila hampir semua pertanyaan di atas mewakili apa yang Anda atau saya rasakan sekarang. Mungkin kita perlu kembali memikirkan kebiasaan makan kita saat ini.

Sebab menurut pengakuan Dr Rebecca Reynolds, seorang peneliti nutrisi di UNSW, Australia, orthorexia bisa memiliki dampak negatif pada kehidupan seseorang.

"Dalam kasus yang parah, orthorexia bisa menyebabkan penurunan berat badan, malnutrisi, dan bahkan kematian," jelasnya kepada Daily Mail (11/9).

Membatasi karbohidrat sih boleh, tetapi jangan dihilangkan sepenuhnya, kawan. Menurut saran para ahli, kita tidak boleh memusuhi karbohidrat karena itu merupakan sumber energi untuk tubuh.

Baca juga:
Wanita Hong Kong keranjingan diet ekstrem menonton matahari
Lebih efektif olahraga atau diet untuk turunkan berat badan?
Benarkah minum air dingin bisa buat tubuh jadi gemuk?
Bahaya dan bisa hilangkan nyawa, tapi diet ini sering dipilih wanita
Benarkah sehat selalu identik dengan langsing?

Advertisement
(mdk/des)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.