LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Tak Hanya Hewan, Virus Nipah Dapat Menular Lewat Makanan Ini

Virus Nipah tidak hanya ditularkan melalui hewan, tetapi juga dapat menyebar melalui makanan seperti nira kurma dan buah yang terkontaminasi.

Senin, 02 Feb 2026 14:20:27
virus nipah
Pilih nasi Padang atau warteg untuk makan sehat yang terjangkau. Porsi yang pas dengan lauk sehat seperti ikan bakar dan sayuran dapat membantu mencegah kolesterol tinggi dan diabetes (Foto: (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Virus Nipah selama ini dikenal sebagai penyakit yang sering ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, para ahli kesehatan global mengingatkan bahwa penularan virus ini tidak hanya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Terdapat juga kemungkinan penularan melalui makanan tertentu yang terkontaminasi oleh inang alami virus tersebut. Virus Nipah adalah penyakit Zoonosis yang memiliki tingkat kematian yang tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa virus ini pertama kali terdeteksi pada akhir 1990-an dan hingga saat ini masih menjadi ancaman serius di beberapa negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk India dan Bangladesh.

Dari hewan apakah virus Nipah berasal? Menurut WHO, kelelawar buah dari keluarga Pteropodidae merupakan inang alami untuk Virus Nipah. Meskipun kelelawar ini tidak menunjukkan gejala sakit, mereka dapat membawa dan menyebarkan virus melalui air liur, urine, dan kotoran mereka, seperti yang diungkapkan dalam situs WHO International pada Senin, 2 Februari 2026. Masalah muncul ketika kelelawar tersebut hinggap atau mengonsumsi buah dari pohon yang juga dimakan oleh manusia. Buah atau produk buah yang terkontaminasi dengan cairan tubuh kelelawar memiliki potensi untuk menularkan Virus Nipah kepada manusia.

Salah satu contoh yang sering dilaporkan adalah nira kurma mentah atau raw date palm sap. Di beberapa negara, nira kurma ini dikonsumsi secara langsung tanpa melalui proses pemanasan, seperti yang dikutip dari UK Health Security Agency. Jika cairan tersebut terkontaminasi oleh air liur atau urine kelelawar, risiko penularan Virus Nipah akan meningkat secara signifikan.

Hati-hati terhadap penularan virus Nipah yang dapat berasal dari buah segar

Pilih nasi Padang atau warteg untuk makan sehat yang terjangkau. Porsi yang pas dengan lauk sehat seperti ikan bakar dan sayuran dapat membantu mencegah kolesterol tinggi dan diabetes (Foto: © 2026 Liputan6.com

Selain nira kurma, buah segar yang dikonsumsi langsung tanpa melalui proses pencucian atau pengupasan juga berpotensi menjadi sumber penularan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa buah yang terjatuh di tanah atau menunjukkan tanda-tanda bekas gigitan hewan sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi. "Buah yang tampak rusak atau sebagian dimakan hewan berisiko terkontaminasi virus," demikian peringatan WHO dalam panduan pencegahan Virus Nipah. Hal ini menjadi perhatian khusus, terutama di daerah pedesaan atau semi-pedesaan, di mana interaksi antara manusia, hewan ternak, dan satwa liar terjadi lebih sering.

Advertisement

Virus Nipah dapat menular tidak hanya melalui makanan

Pilih nasi Padang atau warteg untuk makan sehat yang terjangkau. Porsi yang pas dengan lauk sehat seperti ikan bakar dan sayuran dapat membantu mencegah kolesterol tinggi dan diabetes (Foto: © 2026 Liputan6.com

Walaupun makanan memiliki fungsi sebagai perantara, Virus Nipah juga bisa menyebar melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti babi atau kuda. Selain itu, penularan dapat terjadi antar manusia. Menurut laporan, penularan dari satu orang ke orang lain sering terjadi melalui interaksi yang dekat, terutama di dalam lingkungan keluarga dan fasilitas kesehatan. WHO mencatat bahwa risiko penularan di rumah sakit meningkat jika ruangan padat, ventilasi buruk, serta penerapan pencegahan infeksi tidak optimal. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat guna mengurangi risiko penyebaran virus ini.

Pencegahan virus Nipah merupakan langkah yang sangat penting

Pilih nasi Padang atau warteg untuk makan sehat yang terjangkau. Porsi yang pas dengan lauk sehat seperti ikan bakar dan sayuran dapat membantu mencegah kolesterol tinggi dan diabetes (Foto: © 2026 Liputan6.com

Hingga saat ini, belum ada obat atau vaksin yang secara khusus ditujukan untuk menangani Virus Nipah. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi solusi yang paling efektif. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga kesehatan internasional lainnya merekomendasikan beberapa tindakan penting, di antaranya:

Advertisement
Advertisement
  1. Hindari mengonsumsi nira kurma yang belum dimasak atau produk sejenis yang tidak diolah dengan baik.
  2. Cuci buah dengan air bersih dan kupas sebelum dimakan.
  3. Jauhi buah yang jatuh ke tanah atau tampak sudah rusak.
  4. Selalu jaga kebersihan tangan, terutama sebelum makan.

Bagi mereka yang tinggal atau berkunjung ke daerah yang endemis, sangat penting untuk waspada terhadap makanan yang dikonsumsi. Meskipun Virus Nipah tergolong langka, dampaknya bisa sangat serius. Dengan menyadari bahwa penularan tidak hanya terjadi melalui hewan, tetapi juga bisa melalui makanan yang terkontaminasi, diharapkan masyarakat dapat lebih berhati-hati dan melindungi diri dari risiko infeksi yang berbahaya ini.

Berita Terbaru
  • Kuasa Hukum Soroti Penangkapan Roy, Sebut Hak Tersangka Diabaikan
  • SEB Mendagri dan Menteri ATR/Kepala BPN Jadi Pedoman Pelindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
  • Teken SKB dengan Menteri PKP, Mendagri Kebut Pembangunan 3 Juta Rumah
  • Jelang JKF 2026, Pramono Dorong Ekonomi Kreatif sebagai Sumber Pertumbuhan Baru Jakarta
  • Pesan Prabowo ke Erick Thohir: Perbaiki Kompetisi Agar Timnas Bisa Lolos Piala Dunia
  • berita paham
  • konten ai
  • virus nipah
Artikel ini ditulis oleh
Editor Muhamad Agil Aliansyah
A
Reporter Aditya Eka Prawira, Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.