LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Peneliti kembangkan hidung dan telinga buatan di laboratorium

Peneliti berhasil mengembangkan telinga dan hidung buatan di laboratorium.

2014-03-05 19:12:00
Kesehatan
Advertisement

Setelah menciptakan membran untuk melapisi jantung, kini peneliti kembali melakukan hal revolusioner dengan mengembangkan telinga dan hidung buatan di laboratorium. Peneliti berencana untuk mengembangkan hidung dan telinga buatan sebagai keperluan transplantasi pada pasien yang membutuhkan.

Percobaan tersebut dilakukan oleh peneliti di Great Osmond Street Hospital dan University College London telah berhasil menggunakan lemak jari bagian perut tubuh dan mengubahnya menjadi tulang rawan. Saat ini ahli bedah mengambil tulang rawan dari bagian tubuh lainnya untuk membantu anak yang memiliki kelainan lahir di wajah mereka. Prosedur yang menyakitkan ini dilakukan untuk membentuk hidung dan telinga, serta mengimplannya pada tubuh mereka.

Teknologi ini diharapkan juga bisa membantu pasien yang tidak memiliki telinga sejak lahir karena kelainan microtia. Teknik baru ini berarti dokter bisa 'menumbuhkan' organ tubuh secara terpisah hanya dengan sampel lemak dari anak tersebut. Selanjutnya, sel batang akan diambil dan ditumbuhkan dari lemak tersebut, seperti dilansir oleh Daily Mail (02/03).

Peneliti akan meletakkan rancangan telinga pada sel batang sehingga sel tersebut bisa tumbuh sesuai bentuk dan struktur yang diharapkan. Setelahnya, telinga dan hidung buatan itu akan diletakkan di antara kulit. Meski telinga buatan ini tak akan membantu kemampuan pendengaran menjadi lebih baik, namun telinga itu terlihat seperti aslinya.

"InI adalah prospek yang menarik. Jika kami bisa menahan tulang rawan menggunakan sel batang dan jaringan, ini akan menjadi kunci untuk mengembangkan bidang kami," ungkap Neil Bulstrode, ahli bedah plastik di Great Osmond Street Hospital.

Setiap tahunnya, jumlah anak yang lahir dengan kelainan pada wajah dan tak memiliki telinga atau hidung bisa mencapai ribuan. Penemuan revolusioner ini diharapkan bisa terus berkembang dan membantu anak-anak tersebut. Peneliti percaya bahwa di masa depan, mereka bisa menggunakan teknik ini untuk bagian lain tubuh.

Baca juga:
Kemarahan ternyata benar-benar membuat kepala terasa panas!
Ternyata, pisang menyimpan 8 manfaat ini untuk kesehatan
Hindari melakukan 8 hal ini saat sedang sakit kepala
Ternyata, mengonsumsi daging tiap hari sama bahayanya dengan merokok!
Turunkan berat badan dengan 8 rempah-rempah ini
Ini bahaya mengerikan merokok di depan anak

(mdk/kun)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.