LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Pada Usia 40 ke Atas, Lakukan Medical Check Up untuk Tentukan Jenis Olahraga

"Biasanya di patokan usia 40 harus medical check up. Di atas 40 tahun itu sudah dianggap tua. Setelah tahu kondisinya, kita (dokter) jadi tahu harus memberikan olahraga atau latihan seperti apa," kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Premier Bintaro, dr Hario Tilarso.

2019-01-30 13:24:00
Kebugaran
Advertisement

Ketika usia seseorang bertambah, maka perlu upaya ekstra untuk menjaga dan memperhatikan kesehatan. Oleh karena itu, sangat penting bagi seseorang untuk melakukan pengecekan kesehatan secara berkala (medical check up).

"Biasanya di patokan usia 40 harus medical check up. Di atas 40 tahun itu sudah dianggap tua. Setelah tahu kondisinya, kita (dokter) jadi tahu harus memberikan olahraga atau latihan seperti apa," kata dokter spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Premier Bintaro, dr Hario Tilarso.

Misalnya, ketika ada orang yang ternyata didiagnosis stroke. Jenis olahraga yang diberikan, kata Hario, biasanya tak jauh berbeda dengan orang normal, yaitu latihan kardiovaskular seperti aerobik, senam, atau bersepeda.

Advertisement

Durasinya pun sama. Sebanyak tiga kali dalam seminggu, yang dilakukan selama 20 sampai 60 menit, dengan intensitas tidak terlalu melelahkan.

"Semua itu tetap dia lakukan. Cuma harus disertai dengan beberapa obat-obatan," ujarnya.

"Kalau dia menderita stroke, stroke-nya karena apa dulu. Apakah karena tekanan darahnya yang tinggi atau karena darahnya yang kental? Kalau darahya kental, dikasih obat pengencer darah. Obat ini dari dokter yang memeriksa orang tersebut," kata Hario menambakan.

Advertisement

Dengan begitu, olahraga tidak membebankan pasien stroke tersebut. Dengan rutin mengonsumsi obat-obatan, stroke yang bersemayam di tubuhnya bisa dikendalikan. Ditambah pula dengan berolahraga yang tepat, pasien tetap bugar dan terlihat seperti tak sedang sakit.

"Durasi, konsep latihan, antara orang yang menderita stroke dan yang normal, sama saja. Bedanya, hanya harus diimbangi dengan obat-obatan yang mungkin diperlukan," kata Hario menekankan.

Reporter: Aditya Eka Prawira
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Duduk di Kantor Terlalu Lama Ternyata Bisa Sebabkan Ingatan Menurun
Jenis Olahraga dan Aktivitas Fisik yang Tepat untuk Setiap Rentang Usia
Sekadar Berjalan 30 Menit Bisa Kurangi Risiko Penyakit Akibat kelamaan Duduk
3 Cara Usir Rasa Lesu dan Lelah di Kantor atau Sekolah
Sejumlah Hal yang Perlu Kamu Ketahui Ketika Memilih Sikat Gigi
4 Cara Mudah Cegah Tubuh Sakit Saat Musim Hujan
Ini Beda Manfaat Mandi di Pagi Hari dan Sebelum Tidur

(mdk/RWP)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.