Minum obat sakit jantung bisa bikin kanker?
Salah satu obat yang banyak digunakan untuk menyembuhkan aritmia, kelainan detak jantung, diduga mampu memicu kanker.
Salah satu obat yang banyak digunakan untuk menyembuhkan aritmia, kelainan detak jantung, diduga mampu meningkatkan risiko kanker, demikian menurut penelitian terbaru.
Risiko kanker tersebut khususnya lebih banyak ditemukan pada pria penderita aritmia. Terutama jika mereka telah mengonsumsi obat dalam dosis tinggi.
Obat yang dimaksud adalah amiodarone yang sudah disetujui para ahli kesehatan untuk digunakan sebagai pengobatan aritmia sejak tahun 1985. Karena amiodarone mudah larut dalam lemak dan butuh waktu lama untuk hilang, konsumsi jumlah besar bisa membuatnya terakumulasi dalam jaringan halus.
Sebelumnya, sudah ada penelitian yang menyebutkan amiodarone memang memicu penyakit kanker tertentu. Sayang penelitian tersebut hanya melibatkan skala kecil.
Untuk memastikannya, peneliti Vincent Yi-Fong Su dan timnya dari Taipei Veterans General Hospital di Taiwan pun melakukan analisis lebih lanjut. Sebanyak 6.418 pasien aritmia yang mengonsumsi obat diperiksa data kesehatannya. Ternyata, 280 dari mereka akhirnya didiagnosis kanker.
"Kami berharap amiodarone dievaluasi lagi penggunaannya. Namun kami juga merasa penelitian lebih lanjut mengenai hal ini perlu dilakukan," papar Dr Su, seperti yang dikutip dari Science Daily.
Penderita kardiak aritmia sendiri biasanya memiliki kondisi denyut jantung yang terlalu cepat atau lambat. Gejala lainnya adalah pusing, letih, napas pendek, dan bisa kehilangan kesadaran.
Baca juga:
Sentuhan fisik penting untuk kesehatan bayi
Gaya hidup tidak sehat pengaruhi tinggi badan saat tua
Aspal bisa tingkatkan risiko kanker?
Ternyata jantung dan paru-paru juga bisa mengenali bau
Awas, daging merah sebabkan kerusakan jantung