Ibu hamil yang tidur telentang bahayakan nyawa janin?
Untuk menghindari matinya janin dalam rahim atau selama persalinan, ibu hamil perlu mengubah posisi tidurnya.
Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa ibu hamil yang tidur telentang berisiko tinggi mengalami stillbirth - matinya janin dalam rahim atau selama persalinan.
Penelitian tersebut tepatnya dilakukan di Ghana. Banyak dari ibu hamil yang tidur telentang berisiko lima kali lipat lebih tinggi melahirkan bayi yang berat badannya kecil. Beberapa dari wanita bahkan mengalami stillbirth.
Sebelumnya memang ada penelitian yang mengaitkan antara posisi tidur ibu hamil dan risiko stillbirth di Selandia Baru. Menurut peneliti, risiko tersebut juga dialami oleh wanita yang tinggal di negara berkembang.
"Untuk menghindari matinya janin dalam rahim atau selama persalinan, ibu hamil perlu mengubah posisi tidurnya," tegas Louise O'Brien, kepala penulis penelitian dari University of Michigan, seperti yang dikutip Daily Mail.
Posisi tidur terbaik bagi ibu hamil memang menyamping. Sebab posisi tersebut mampu meningkatkan aliran darah ke plasenta.
Sementara itu, tidur telentang selama hamil membuat pembuluh darah vena yang membawa darah menuju ke jantung menjadi terhambat. Itulah penyebab utama dari stillbirth akibat kebiasaan tidur telentang.
Baca juga:
Bayi tabung, solusi mengatasi masalah infertilitas
Mendengar pertengkaran orang tua bikin bayi mudah stres
Tips mencegah keguguran pada trimester kehamilan
Ini alasan harus cepat hamil setelah menikah!
Pencernaan sehat optimalkan tumbuh kembang anak