Gejala Super Flu Virus, Perlu Diwaspadai jika Alami Gangguan Ini pada Tubuh
Kasus super flu virus tengah mengalami lonjakan di Amerika Serikat dan Inggris. Di Indonesia sendiri virus tersebut telah merebak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan akan merebaknya super flu virus atau dikenal influenza A (H3N2) subclade K. Gejalanya, mirip dengan flu musiman.
"Gejala umumnya seperti flu musiman yaitu demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri tenggorokan," ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Widyawati, dalam keterangan video pada Kamis (1/1). Dia juga menambahkan bahwa subclade K tidak menunjukkan adanya peningkatan keparahan.
"Menurut penilaian WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan situasi epidemiologi saat ini, subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan dibandingkan dengan clade (varian) atau subclade (subvariant) lainnya," tambah Widyawati.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah mengonfirmasi bahwa terdapat 62 kasus influenza yang disebabkan oleh subclade K di Indonesia. "Hingga akhir Desember ini (2025) tercatat total ada 62 kasus (subclade K) di 8 provinsi. Terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat," kata Widyawati dalam keterangan video pada Kamis (1/1/2026). Secara rinci, temuan kasus influenza subclade K adalah sebagai berikut:
- Jawa Timur 23 kasus
- Kalimantan Selatan 18 kasus
- Jawa Barat 10 kasus
- Sumatera Selatan 5 kasus
- Sumatera Utara 3 kasus
- Jawa Tengah 1 kasus
- Sulawesi Utara 1 kasus
- DI Yogyakarta 1 kasus.
Angka-angka ini diperoleh setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS/sekuensing genom lengkap) yang selesai pada 25 Desember lalu.
Mayoritas Perempuan
Subclade K telah terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui 88 laporan sentinel yang mencakup Influenza-Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI) di seluruh Indonesia. Deteksi ini dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), serta rumah sakit. Proses pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan Laboratorium Biologi Kesehatan (Lab Biokes). Dari total 62 kasus yang teridentifikasi, mayoritas pasien adalah perempuan, mencapai 64,5 persen atau sebanyak 40 kasus.
Berdasarkan analisis kelompok usia, rincian distribusi pasien adalah sebagai berikut:
- Usia 1-10 tahun (35,5 persen)
- Usia 21-30 tahun (21,0 persen)
- Usia 11-20 tahun (19,4 persen)
- Di atas 60 tahun (8,1 persen).
Data ini menunjukkan bahwa anak-anak dan remaja merupakan kelompok yang paling banyak terinfeksi, dengan persentase signifikan di usia 1-10 tahun.
Hal ini menjadi perhatian penting bagi pihak kesehatan untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan di kelompok usia tersebut.
Tingkat Influenza di Indonesia Alami Penurunan
Dalam pemeriksaan terhadap 843 spesimen yang terkonfirmasi positif influenza, dilakukan analisis genome sequencing pada 348 sampel. Hasil temuan menunjukkan bahwa:
- 152 spesimen (44 persen) teridentifikasi sebagai tipe A/H1
- 172 spesimen (49 persen) terdeteksi sebagai tipe A/H3, di mana 62 spesimen atau 36 persen di antaranya termasuk dalam subclade K
- Sisanya, sebanyak 24 spesimen (7 persen), adalah tipe B/Victoria.
Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa varian influenza A (H3) mendominasi kasus flu di Indonesia. Meskipun demikian, tren kasus influenza di tanah air menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
Menurut Widyawati, "Semua varian ini bersirkulasi global dalam sistem surveilans WHO." Pemerintah Indonesia terus berkomitmen dalam melakukan surveilans dan pelaporan terkait influenza, serta menyiapkan kebijakan dan langkah-langkah yang sesuai dengan perkembangan situasi terkini. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mengantisipasi penyebaran virus influenza secara efektif.
Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Dalam menghadapi situasi ini, Widyawati mengajak masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat. Dia menyarankan, "Cuci tangan, istirahat cukup, dan juga makan bergizi. Kemudian lakukan vaksinasi influenza tahunan terutama pada kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, dan komorbid." Widyawati menekankan bahwa vaksin influenza tetap berfungsi dengan baik dalam mencegah terjadinya penyakit berat, rawat inap, serta kematian.
"Tetap di rumah bila sakit, banyaklah istirahat, konsumsi obat antivirus untuk redakan gejala, terapkan etika batuk dan kenakan masker. Segeralah ke fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) bila gejala memburuk lebih dari tiga hari, demam tinggi menetap, sesak napas, dan sebagainya," saran Widyawati. Dengan mengikuti anjuran tersebut, diharapkan masyarakat dapat menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit lebih lanjut.