LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

Diam-diam, ini yang dilakukan antibiotik pada otak kamu!

Terlihat menyembuhkan, antibiotik sembunyikan efek negatif bagi otak. Ungkap di sini!

2016-02-22 18:03:00
Kesehatan Otak
Advertisement

Para peneliti dari Amerika Serikat menemukan bahwa antibiotik terkait dengan gangguan serius pada fungsi otak yang disebut dengan delirium, dan masalah otak lainnya. Antibiotik merupakan obat kuat yang mampu melawan bakteri. Sedangkan delirium adalah gangguan otak yang menyebabkan kebingungan mental, yang terkadang disertai halusinasi dan agitasi.

Orang-orang yang memiliki delirium memiliki kemungkinan besar untuk mengembangkan komplikasi lainnya. Dalam penelitian ini, terdapat sekitar 54 antibiotik dari 12 kelas berbeda yang terlibat. Antibiotik ini merupakan jenis antibiotik yang sudah sering digunakan oleh sebagian besar orang.

Dalam penelitian ini, para peneliti meninjau data ilmiah yang melibatkan sekitar 391 pasien. Para pasien tersebut merupakan orang-orang yang telah mengonsumsi antibiotik selama tujuh tahun dan mengembangkan delirium dan masalah otak lainnya.

Advertisement

Seperti yang dilansir melalui thehealthsite, para peneliti menemukan sekitar 47 persen pasien mengalami delusi atau halusinasi, 14 persen mengalami kejang, 15 persen mengalami otak tak sadar berkedut, dan 5 persen kehilangan kontrol gerakan tubuh.

Selain itu, melalui EEG (tes yang mendeteksi aktivitas otak) menunjukkan kondisi abnormal sebesar 70 persen. Sebanyak 25 persen dari orang-orang yang mengembangkan delirium mengalami gagal ginjal.

Para peneliti mengidentifikasi tiga jenis delirium dan masalah otak lain yang terkait dengan antibiotik. Tipe satu ditandai dengan kejang seringkali berkaitan dengan antibiotik jenis penisilin dan sefalosporin.

Advertisement

Tipe dua ditandai dengan gejala psikosis dan terkait dengan antibiotik jenis prokain penisilin, sulfonamid, fluoroquinolones dan makrolida. Baik tipe satu maupun tipe 2 menunjukkan perkembangan gejala yang cukup cepat hanya dalam beberapa hari. Setelah antibiotik dihentikan, gejala juga akan berhenti dalam beberapa hari.

Tipe 3 ditandai dengan hasil pemindaian otak yang abnormal serta koordinasi otak yang terganggu serta beberapa tanda-tanda lain dari disfungsi otak. Kondisi ini dikaitkan dengan antibiotik jenis metronidazol. Awal gejala biasanya terlihat setelah beberapa minggu. Gejala juga akan cukup lama menghilang setelah konsumsi antiobiotik dihentikan.

Baca juga:
Kombinasi dua hal ini mampu lunturkan risiko stroke, berani coba?
Hati-hati, ini efek daging merah buat jantung
7 Hal yang bikin batuk tak kunjung sembuh
Minum kopi sebelum berolahraga? Ini efeknya buat tubuhmu
Seks, cara unik untuk lawan risiko demensia

(mdk/SRA)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.