Anak Masih Terjangkit Penyakit Sesudah Imunisasi, Apa Penyebabnya?
"Kita melihat manfaat dari imunisasi. Kalau cara pemberian vaksin dan imunisasi benar, anak tidak akan terserang penyakit. Nah, kalau anak masih juga sakit, kita berpikir, ada masalah dengan rantai dingin (cold chain)," jelas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono.
Pada beberapa kasus, walau seorang anak sudah mendapat imunisasi lengkap namun ternyata dia masih bisa terjangkit penyakit. Hal ini mungkin terjadi ketika kualitas vaksin yang diberikan tidak baik.
Kualitas vaksin menjadi salah satu indikator keberhasilan imunisasi, karena tujuan dari imunisasi adalah membentuk kekebalan tubuh. Ketika kekebalan tubuh telah terbentuk, anak pun terhindar dari penyakit.
"Kita melihat manfaat dari imunisasi. Kalau cara pemberian vaksin dan imunisasi benar, anak tidak akan terserang penyakit. Nah, kalau anak masih juga sakit, kita berpikir, ada masalah dengan rantai dingin (cold chain)," jelas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono di sela-sela acara Pekan Imunisasi Dunia 2019 di Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Anung mencontohkan, anak yang sudah imunisasi campak lengkap dan tinggalnya di pegunungan kemudian terkena campak. Kita berpikir, salah satu penyebabnya bisa jadi adalah rantai dingin yang kurang baik, yang menyebabkan kualitas vaksin menurun.
Rantai dingin vaksin bertujuan menjaga kualitas vaksin. Dalam Peraturan Menkes Nomor 12 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi disebutkan, vaksin merupakan produk biologis yang mudah rusak sehingga harus disimpan pada suhu tertentu.
Suhu penyimpanan vaksin yakni berkisar antara 2 sampai 8 derajat Celsius untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku). Lalu pada suhu minus 15 sampai minus 25 derajat Celsius untuk vaksin yang sensitif panas.
Untuk memantau suhu vaksin, digunakan alat perekam suhu.
"Ada nama alat perekam suhu vaksin. Jadi, sebelum memberikan vaksin kepada anak, dicek suhunya, berubah atau enggak," Anung melanjutkan.
Untuk menjaga kualitas vaksin, maka ditempatkan pada termos atau lemari pendingin. Perubahan pada suhu vaksin bisa membuat kinerjanya berkurang sehingga tidak membentuk sistem kekebalan tubuh dengan baik.
Reporter: Fitri Haryanti Harsono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
3 Kebutuhan Anak Agar Bisa Tumbuh Sehat dan Cerdas
Sulit Dijangkau, Vaksin Untuk Bayi Menetap di Pulau Terpencil Ini Dikirim Pakai Drone
Hal yang Penting Diketahui Orangtua untuk Membiasakan Anak Buang Air Secara Mandiri
Begini Cara Ketahui Ketika Seorang Anak-Anak Tengah Alami Anemia
Jangan Dianggap Lucu, Anak Gemuk Memiliki Bahaya yang Mengancam Kesehatannya
4 Manfaat yang Dapat Diperoleh dari Pijat Bayi
Kasus Pengeroyokan Siswi SMP, Begini Cara Orangtua Bantu Anak Usai Jadi Korban Bully