LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. SEHAT

9 Makanan Ini Tampak Sehat Tapi Berbahaya, Simak Daftarnya

Berbagai jenis makanan yang terlihat sehat bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Selasa, 21 Okt 2025 18:29:00
diabetes
Rajin mencuci tangan, mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga untuk menjaga daya tahan tubuh (Foto: Brooke Lark/Unsplash) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Bagi penderita diabetes, menjaga kestabilan kadar gula darah bukan hanya sekadar mengurangi konsumsi gula pasir dalam makanan atau minuman. Banyak jenis makanan yang tampaknya sehat sebenarnya dapat menyebabkan lonjakan gula darah tanpa disadari. Contohnya, roti putih, yogurt berperisa, dan jus buah kemasan. Semua ini bisa menjadi jebakan yang mengganggu upaya pengendalian diabetes.

Meskipun produk-produk tersebut sering diberi label 'rendah lemak', 'multigrain', atau 'alami', bukan berarti mereka aman untuk kadar gula darah. Banyak makanan yang terlihat menyehatkan justru mengandung karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh yang dapat memperburuk resistensi insulin.

Oleh karena itu, berikut adalah sembilan jenis makanan sehari-hari yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes, bahkan ketika orang lain di sekitar masih menikmatinya tanpa rasa khawatir.

1. Roti Putih dan Olahan Tepung Terigu

Roti putih, pizza, dan roti lembut yang terbuat dari tepung terigu olahan mengandung karbohidrat yang cepat dicerna, sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan setelah dikonsumsi. Sebagai alternatif, pilihlah roti gandum utuh atau multigrain untuk menjaga kestabilan gula darah dan membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Advertisement

2. Yogurt Berperisa

Yogurt dengan rasa buah atau 'fruit on the bottom' sering kali mengandung lebih banyak gula tambahan dibandingkan dengan makanan penutup. Untuk pilihan yang lebih sehat, sebaiknya gunakan yogurt tawar (plain Greek yogurt) dan tambahkan buah segar atau sedikit kayu manis sebagai pemanis alami.

Minuman jus buah dan smoothie yang manis

Meskipun jus buah yang diiklankan sebagai '100% alami' terlihat menyehatkan, sebenarnya ia mengandung kadar gula yang tinggi karena proses pemerasan menghilangkan serat alaminya. Smoothie yang ditambahkan susu kental manis, madu, atau pisang dalam jumlah banyak juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, lebih baik untuk mengonsumsi buah utuh yang masih kaya akan serat alami.

Advertisement

4. Sereal Sarapan Instan

Banyak sereal yang mengklaim 'tinggi serat' di pasaran ternyata mengandung banyak gula dan biji-bijian yang telah diolah. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi Cornflakes, granola dengan madu, atau sereal kering yang mengandung buah kering. Sebagai alternatif, pilihlah oatmeal polos, bubur gandum, atau makanan tradisional seperti poha dan upma yang lebih kaya serat.

5. Makanan Gorengan dan Camilan Cepat Saji

Makanan seperti samosa, keripik, atau makanan beku siap saji memang menggugah selera, tetapi mereka kaya akan karbohidrat, minyak jenuh, dan garam. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan memperburuk masalah resistensi insulin. Sebagai pilihan yang lebih sehat, cobalah camilan yang dipanggang, menggunakan air fryer, atau kacang panggang tanpa tambahan garam.

Makanan dan biskuit tanpa gula

Label 'bebas gula' Perlu Diperhatikan

Label 'bebas gula' tidak selalu menjamin keamanan produk. Banyak dari produk ini mengandung pemanis buatan seperti maltitol atau sorbitol yang tetap dapat mempengaruhi kadar gula darah dan bahkan berpotensi menyebabkan kembung. Sebagai alternatif, pilihlah pemanis alami seperti kurma, kacang, atau camilan buatan sendiri yang memiliki indeks glikemik rendah.

7. Produk Susu Full Fat

Produk susu seperti susu murni, keju, atau hidangan yang menggunakan saus krim memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, yang bisa memperburuk kondisi resistensi insulin. Sebaiknya pilih susu rendah lemak, gunakan paneer yang lebih ringan, dan batasi konsumsi makanan berbasis krim hanya pada kesempatan tertentu.

8. Nasi Putih

Nasi putih merupakan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, sehingga cepat meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi tanpa lauk yang mengandung serat. Anda bisa mencoba mengganti sebagian nasi putih dengan beras merah, quinoa, atau millet seperti bajra dan jowar yang lebih baik untuk penderita diabetes.

9. Kue dan Makanan Panggang Manis

Kue, muffin, dan donat memang sangat menggoda, tetapi kombinasi antara gula, tepung putih, dan lemak trans dalam makanan tersebut dapat memperburuk lonjakan kadar gula darah. Sebagai pilihan yang lebih sehat, Anda bisa memilih cokelat hitam, kue buatan sendiri yang terbuat dari tepung almond, atau camilan yang berbasis buah segar.

Advertisement

Mengelola diabetes tidak berarti harus menjauh dari semua makanan yang lezat. Kuncinya adalah memahami bahan-bahan yang terkandung dalam makanan, membaca label gizi dengan teliti, dan memilih porsi yang tepat. Makanan sehat tidak selalu terlihat 'sehat' hanya dari kemasannya. Dengan mengganti bahan-bahan tertentu, mengontrol porsi, serta memilih makanan yang kaya serat dan protein, penderita diabetes masih bisa menikmati makanan tanpa khawatir akan lonjakan kadar gula darah.

Berita Terbaru
  • Ring of Fire: 3 Alasan Wajib Mengapa Miniseri Sci-Fi Menegangkan Ini Harus Masuk Daftar Tontonanmu di Vidio!
  • Trump Ancam dan Serang 15 Negara Selama Menjabat Presiden AS
  • Ekonom Soroti Tantangan Ekonomi RI di Tengah Pelemahan Rupiah dan Tekanan Sektor Riil
  • Cara Memasak Daging Sapi agar Empuk, Bergizi, dan Bebas Bau seperti Chef Profesional
  • Kepatuhan dan Tata Kelola Jadi Fondasi Jaga Kepercayaan Industri Reasuransi Nasional
  • berita paham
  • diabetes
  • gula darah
  • konten ai
  • makanan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
K
Reporter Khaalish Azzah Luthfiyyah, Aditya Eka Prawira
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.