5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bikin Jantung Lebih Sehat
Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat menjaga kesehatan jantung antara lain adalah rutin beraktivitas fisik, menjaga metabolisme tubuh.
Kebiasaan sederhana seperti melakukan aktivitas fisik setiap hari, menjaga metabolisme tubuh, serta mengonsumsi makanan yang memiliki sifat antiinflamasi sangat bermanfaat untuk kesehatan sistem kardiovaskular, termasuk jantung. Sistem kardiovaskular adalah komponen vital dalam tubuh manusia, yang terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah, yang bekerja sama sebagai jaringan transportasi untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
Melalui sistem ini, oksigen, nutrisi, hormon, dan sel-sel kekebalan tubuh dapat disebarkan ke berbagai organ dan jaringan. Menurut ahli bedah plastik Terry Dubrow, kesehatan sistem kardiovaskular memiliki dampak besar pada fungsi keseluruhan tubuh.
"Semua organ tubuh bekerja sama untuk mengedarkan oksigen, nutrisi, hormon, dan sel kekebalan ke setiap organ serta jaringan, jantung adalah pompa, sedangkan arteri dan vena adalah jalan raya dan darah muatannya," ujarnya dalam Real Simple pada Jumat, 13 Maret 2026.
Dia juga menekankan bahwa ketika sistem kardiovaskular dalam kondisi baik, berbagai fungsi tubuh akan beroperasi dengan optimal. "Ketika sistem kardiovaskular sehat, otak berfungsi lebih baik, otot bekerja lebih baik, kulit terlihat lebih segar, dan energi tetap stabil," tambahnya.
Namun, ada beberapa faktor yang dapat merusak kesehatan jantung, seperti stres berkepanjangan tanpa adanya pemulihan, gaya hidup yang kurang aktif, konsumsi makanan olahan yang berlebihan, pola makan yang tinggi gula, kebiasaan merokok, serta kurang tidur.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan masalah serius, seperti serangan jantung, stroke, hingga penurunan fungsi kognitif. Para ahli berpendapat bahwa perubahan gaya hidup yang sederhana dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Terdapat lima kegiatan yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kesehatan kardiovaskular Anda.
1. Olahraga
Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat memperkuat jantung dan meningkatkan kesehatan pembuluh darah. Olahraga tidak perlu dilakukan dengan intensitas tinggi; bahkan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki secara rutin sudah cukup memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
"Anda tidak perlu berlatih untuk maraton, tetapi aktivitas aerobik yang konsisten seperti berjalan cepat 30 menit sehari dapat memperkuat otot jantung, meningkatkan fleksibilitas pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin, dan mengurangi peradangan," ungkap Dubrow.
Ia juga menekankan bahwa jantung merupakan otot yang mampu beradaptasi dengan tuntutan aktivitas fisik yang dilakukan. Dokter naturoterapi, Trevor Cates, menambahkan bahwa latihan kekuatan juga memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan.
"Ini juga mendukung kesehatan metabolisme yang sangat terkait dengan kesehatan kardiovaskular," jelasnya.
2. Menjaga Metabolisme Tetap Sehat
Kesehatan metabolisme sangat berkaitan dengan kesehatan jantung. Hal ini disebabkan oleh pengendalian kadar gula darah, kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat), serta trigliserida. Menurut Dubrow, kelebihan lemak visceral dan resistensi insulin dapat merusak bagian dalam pembuluh darah.
"Kelebihan lemak visceral dan resistensi insulin secara langsung merusak lapisan dalam pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak," tuturnya. Kerusakan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung jika tidak dikelola dengan baik.
3. Menjaga Pola Makan
Mengonsumsi sayuran berwarna, serat, lemak omega-3, dan protein berkualitas tinggi dapat berkontribusi pada pengurangan peradangan dalam tubuh.
"Pola makan yang kaya sayuran berwarna, serat, lemak omega-3, dan protein bersih, membantu mengurangi peradangan sistemik dan mendukung keseimbangan kolesterol yang sehat," ungkap Cates. Ia juga menekankan bahwa peradangan kronis adalah salah satu penyebab utama terjadinya penyakit kardiovaskular.
"Peradangan kronis adalah salah satu pendorong utama penyakit kardiovaskular, sehingga menurunkannya melalui nutrisi merupakan langkah pencegahan yang ampuh," tambahnya.
4. Menghindari Kebiasaan Merokok
Kebiasaan merokok memiliki dampak negatif terhadap endotelium, yaitu lapisan sel tipis yang melapisi pembuluh darah. "Merokok merusak endotelium secara seketika," jelas Dubrow.
Endotelium berfungsi penting dalam mengatur tekanan darah, proses pembekuan darah, serta respons sistem kekebalan tubuh. Kerusakan pada lapisan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Menjaga kesehatan jantung tidak selalu memerlukan perubahan besar dalam gaya hidup. Kebiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten dapat membantu meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan mengurangi kemungkinan munculnya penyakit serius di masa depan.
5. Istirahat yang Cukup
Kekurangan tidur dan stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan peningkatan hormon stres di dalam tubuh.
"Tidur yang buruk dan stres kronis meningkatkan kortisol dan aktivitas saraf simpatik, yang meningkatkan tekanan darah dan memicu peradangan pada pembuluh darah," ujar Dubrow. Ia juga menekankan bahwa tidur yang berkualitas sangat penting karena memberikan waktu bagi sistem kardiovaskular untuk melakukan perbaikan.
"Tidur berkualitas adalah saat sistem kardiovaskular melakukan reset dan memperbaiki dirinya sendiri," tambahnya.
Untuk mengurangi stres, ada beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Praktik seperti latihan pernapasan, tidur yang memulihkan, dan hubungan sosial yang bermakna membantu mengatur sistem saraf, yang pada akhirnya melindungi jantung," jelas Cates.
Dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan ini, seseorang dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi tingkat stres, yang berdampak positif pada kesehatan secara keseluruhan. Mengelola stres dan memastikan tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kesehatan jantung dan sistem kardiovaskular.