LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Yenny Wahid prediksi partai pengusung di Pilgub Jatim pakai isu agama

Yenny Wahid prediksi partai pengusung di Pilgub Jatim pakai isu agama. Selain isu agama, perpecahan antara kubu menurutnya juga akan terjadi. Perpecahan itu kata dia bisa menimbulkan konflik internal di masyarakat.

2018-01-04 20:25:00
Yenny Wahid
Advertisement

Direktur Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh atau yang akrab disapa Yenny Wahid mengatakan di Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2018 akan tetap diwarnai isu agama. Perbedaannya isu agama itu, kata Yenny, muncul dari partai pengusung dan bukan dari kandidat yang bertarung di Pilgub Jatim.

"Kalau saya melihat tetap pada isu-isu agama itu juga akan mewarnai. Bukan karena faktor kandidatnya karena kandidatnya semuanya muslim tetapi faktor partai pengusung itu lebih akan digoreng untuk menjadi isu agama juga," kata Yenny di Wahid Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/1).

Selain isu agama, perpecahan antara kubu menurutnya juga akan terjadi. Perpecahan itu kata dia bisa menimbulkan konflik internal di masyarakat.

Advertisement

"Kemudian kubu-kubuan itu otomatis, ketika orang memihak dan kemudian pemihakannya dilakukan secara personal, baper, nah ya sudah itu sudah potensi bahkan konflik di tengah keluarga pun bisa terjadi," ungkapnya.

Tambahnya, suara masyarakat khususnya dari Nahdlatul Ulama (NU) di Pilgub Jatim juga akan tetap terpecah. Sebab dua kandidat di Pilgub tersebut adalah kangan NU yakni Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

"Suara NU jelas akan terpecah. Karena ada dua kandidat dari NU," ujarnya.

Advertisement

Putri kedua Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid ini menyarankan harus ada pihak yang menjadi penengah di tengah konflik. Kemudian, masyarakat juga harus lebih pandai memilah informasi yang ada.

"Untuk itu harus ada orang atau kelompok yang aktif ataupun upaya konflik yang mungkin terjadi. Dan harus dilakukan secara sadar secara aktif juga jangan cuma dibiarin saja dinamika yang terjadi," ucapnya.

"Tetapi kita mesti kritis kita harus memasang filter informasi yang masuk," tandasnya.

Baca juga:
Yenny Wahid tolak pinangan Prabowo usai minta saran dari lima orang ini
Saat bertemu Yenny bahas Pilgub Jatim, Prabowo sempat puji Jokowi
Yenny Wahid mengaku tak dapat izin kiai sesepuh maju Pilgub Jatim
Gerindra bersikukuh ingin usung calon tantang Gus Ipul & Khofifah di Jatim
Gus Ipul - Anas tunggu arahan kiai sepuh Jatim

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.