LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Waspada Penggiringan Opini Elektabilitas Caleg Lewat Hasil Survei

Jika berbicara caleg maka seseorang itu bisa lebih tinggi dari calon lainnya ini harus diklarifikasi validasi datanya.

2019-02-14 08:08:00
Caleg
Advertisement

Jelang Pemilihan Legislatif, sejumlah lembaga survei mengeluarkan hasil penelitiannya terhadap beberapa responden. Masyarakat diminta tidak cepat percaya, sebab barang jadi hasil survei untuk memenangkan salah satu calon.

Ketua Umum Koalisi Pengawas Pemilu Bersih (KPPB) Iman Zuliansyah mengimbau masyarakat untuk tidak cepat percaya terhadap hasil survei terhadap calon anggota legislatif.

"Saya menduga survei dilakukan berdasarkan pesanan, dan untuk menaikkan elektabilitas caleg tertentu dan menjatuhkan lawan-lawannya," kata Iman dalam keterangannya, Kamis (14/2).

Advertisement

Dikatakan Iman, lain halnya jika lembaga itu melakukan survei terhadap elektabilitas partai yang jangkauannya adalah nasional. "Kalau itu sah-sah saja, karena tidak ada tolok ukurnya. Tetapi kalau caleg ruang lingkupnya hanya regional, tentu ini merugikan," katanya.

Menurutnya, jika survei dilakukan di luar KPU dan partai politik untuk caleg dengan daerah pemilihan (dapil) di masing-masing maka hasilnya kami anggap subjektif. Tetapi jika bicara partai secara nasional, itu baru bisa dikatakan objektif, tetapi itu juga tergantung opini masyarakat, karena disetiap provinsi berbeda.

Namun demikian kata Iman, jika berbicara caleg maka seseorang itu bisa lebih tinggi dari calon lainnya ini harus diklarifikasi validasi datanya.

Advertisement

Dicontohkannya, jika dia membayar lembaga survei, maka bisa saja diarahkan agar mereka mengambil sampling dari wilayah di mana Iman punya kekuatan dukungan (basis massa). Dengan demikian secara otomatis hasil survei itu menjadikan Iman sebagai caleg dengan elektabilitas tertinggi dibanding lainnya.

"Parahnya, hasil survei ini dipakai untuk menyudutkan calon tertentu sebagai penggiringan opini ke masyarakat. Ini semata-mata untuk menguatkan pendapat kalau hasil survei dan mengajak masyarakat untuk memilih calon yang dianggap mendapatkan suara terbanyak dalam survei," katanya.

Ironisnya, hasil survei yang telah dirilis tersebut itu juga telah disodorkan timsukses caleg kepada Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di dapil mereka untuk menguatkan argumentasi.

"Pilihlah saya, karena hasil survei menunjukkan pendukung saya lebih banyak dari calon lainnya. jadi saya bakalan melenggang ke DPR." kata LSM tersebut menirukan ucapan salah satu rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Barat.

"Hasil survei setiap caleg ada di partai masing-masing dan KPU. Nah, kalau masyarakat mau percaya survei, tanyalah ke partai yang bersangkutan. Ini untuk menghindari penggiringan opini yang menguntungkan caleg tertentu, namun merugikan yang lain," katanya.

Baca juga:
KPU Klaim Sudah Masif Lakukan Sosialisasi Soal Pemilu untuk WNI di Luar Negeri
Semangati Kader Golkar, Akbar Tandjung Cerita Lalui Masa Sulit Usai Soeharto Lengser
Ini Cara Urus Surat A5 Agar Bisa Mencoblos Walau Bukan di TPS Kita
Bicara Keislaman Jokowi, Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Setop Hujat Capres dan Cawapres
TGB Zainul Majdi: Partai Golkar Bukan Cebong Bukan Kampret

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.