Wapres JK: Masjid jangan dipakai memaki-maki lawan politik
Menurut JK, masjid tidak tabu untuk digunakan menyampaikan pesan politik, namun yang tidak mengundang pro dan kontra.
Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengingatkan para Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) provinsi Jambi bahwa masjid tidak boleh digunakan untuk mengkampanyekan seseorang melawan orang lain dan memaki-maki lawan politik.
"Yang tidak boleh ialah memakai masjid untuk mengakampanyekan seseorang melawan orang lain, masjid jangan dipakai memaki-maki lawan politik ataupun bagaimana kita menganjurkan sesuatu yang bertentangan dari jemaah," katanya seperti dilansir dari Antara, Sabtu (4/8).
Masjid tidak boleh digunakan untuk mengkampanyekan seseorang melawan orang lain karena masjid didirikan dan dimakmurkan oleh banyak orang. Untuk itu di dalam masjid tidak boleh berpihak, sehingga semua jemaah dapat terayomi.
"Di luar masjid silakan," ujar politisi senior Golkar itu.
Menurut JK, masjid tidak tabu untuk digunakan menyampaikan pesan politik, namun yang tidak mengundang pro dan kontra. Boleh misalnya, mengajak jemaah untuk mengikuti pemilu, mengajak mereka untuk jujur maupun memberikan sumbang saran kepada pemerintah.
Ketua DMI itu juga menyampaikan agar peran dan fungsi masjid ditingkatkan. Tidak hanya digunakan sebagai tempat beribadah, namun juga sebagai tempat untuk memberdayakan umat.
Umat tidak hanya memakmurkan, namun juga dimakmurkan oleh masjid. Hal ini dapat diraih bila masjid memiliki program-program yang jelas untuk kemajuan umat.
Sementara itu, pengarahan di Masjid Al-Falah, Jambi, menjadi agenda terakhir Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan kerja sehari ke Makassar dan Jambi.
Wakil Presiden usai memberikan pengarahan langsung menuju Bandara Sultan Taha di Jambi untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.
Baca juga:
Pemerintah kerahkan 16 helikopter atasi asap Palembang
Wapres JK sebut kebodohan dan kemiskinan adalah musuh bersama
Buka Rakernas ITB 2018, Wapres JK minta universitas kerjasama dengan dunia usaha
Jelang pendaftaran capres cawapres, JK terus komunikasi dengan Jokowi
PDIP sebut Jokowi lebih mudah tunjuk cawapres jika JK tak terganjal UU Pemilu
Politisi Golkar: JK bisa jadi penasihat negara, beri kesempatan kaum muda