Wanbin: Ada Elite Gerindra Getol Dorong Gabung Jokowi, Itu Gali Kubur Sendiri
"Keinginan koalisi pendukung pemerintah untuk mengajak bergabung adalah strategi untuk mengubur masa depan Partai Gerindra di tahun 2024, karena hilangnya kepercayaan pendukung militan Pak prabowo dan Pak Sandi dan Partai Gerindra," kata Caleg DPR RI Gerindra terpilih dari Dapil Kabupaten Bogor itu.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Mulyadi menegaskan, partai pimpinan Prabowo Subianto harus tetap di oposisi. Sebab, hal itu sangat penting dan strategis.
Mulyadi menegaskan, Gerindra bukan saja untuk perjuangan elite dalam memberikan kontribusi untuk bangsa. Tapi partai ini menjadi harapan dan tempat perjuangan menyampaikan aspirasi pendukung Prabowo-Sandi.
"Para pendukung sudah memberikan pengorbanan yang tidak kecil, materi, tenaga bahkan nyawa dan elite Gerindra harus menjaga dan menghormati itu," kata Mulyadi kepada wartawan, Kamis (4/7).
Mulyadi menambahkan, proses bernegara harus berjalan dengan mekanisme yang sehat, maka peranan oposisi menjadi fungsi dalam check and balance dalam penyelenggaraan berbangsa dan bernegara yang sesuai konstitusi.
"Partai Gerindra harus mengambil peranan itu sebagai bagian pengabdian dengan cara mengawal proses bernegara," tegas dia lagi.
Sesuai konstitusi, lanjut dia, periode penyelenggaraan bernegara berjalan dalam siklus lima tahunan. Maka Gerindra harus menyelamatkan masa depan partai dengan menghormati perjuangan dan pendukung militan Prabowo-Sandi dengan istiqomah berjuang dalam formasi oposisi.
Dia meminta, jangan pernah mau hanya dibarter dengan posisi jabatan tapi menghancurkan masa depan.
"Keinginan koalisi pendukung pemerintah untuk mengajak bergabung adalah strategi untuk mengubur masa depan Partai Gerindra di tahun 2024, karena hilangnya kepercayaan pendukung militan Pak prabowo dan Pak Sandi dan Partai Gerindra," kata Caleg DPR RI Gerindra terpilih dari Dapil Kabupaten Bogor itu.
Upaya rekonsiliasi untuk kepentingan Bangsa itu penting, tapi tidak dengan cara rekonsiliasi yang hanya menjadi bungkus untuk mendapatkan legitimasi 02 dan pendukungnya, kata Mulyadi lagi.
"Jangan beralasan konyol dengan dalih untuk menyelamatkan pendukung 02 yang masih dianggap bermasalah dengan proses hukum, kemudian ada elite yang getol berupaya menggiring Gerindra masuk koalisi pendukung pemerintah. Tapi tidak sadar elite tersebut sedang menggali kuburan untuk masa depan partai dan aset kader yang punya potensi untuk memiliki peranan penting di negeri ini," tutup dia.
Baca juga:
Gerindra Akan Polisikan Pembuat KTP Khusus Pendukung Prabowo
Golkar Tak Yakin Sandiaga Uno Akan Rehat Dari Dunia Politik
Prabowo Bakal Maju Lagi Jadi Capres 2024 Jika Rakyat Menginginkan
Saat Bertemu Jokowi, Prabowo Akan Bahas Relawan Terkena Masalah Hukum
Gerindra: Prabowo Bertemu Jokowi Bulan Juli Ini
Sandiaga Diyakini Akan Kembali Bergabung dengan Partai Gerindra
Berkarya Bantah Gugat Hasil Pileg Soal Dugaan 2,7 Juta Suara Dicuri Gerindra