LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Urai polemik calon wakil, NasDem minta Ridwan Kamil pertemukan partai koalisi

Ketua DPW Nasdem Jabar, Saan Mustofa meminta semua partai koalisi menggelar musyawarah lanjutan. Supaya tidak ada kebuntuan. Tugas untuk mengajak partai berunding ada di tangan Ridwan Kamil.

2017-12-21 13:03:31
pilgub jabar
Advertisement

Dua partai politik, PPP dan PKB ngotot berebut kursi calon wakil gubernur yang akan mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar. Keduanya sama-sama ngotot bakal tarik dukungan jika kadernya tak dipilih sebagai calon wakil gubernur. Belakangan, PKB melunak dan mengusulkan mencari figur alternatif di luar koalisi sebagai solusi agar tidak deadlock.

Menanggapi itu, Partai NasDem yang juga mengusung Ridwan Kamil, tidak bisa berbuat banyak menghadapi konflik antara PPP dan PKB. Ketua DPW Nasdem Jabar, Saan Mustofa meminta semua partai koalisi menggelar musyawarah lanjutan.

"Kita dari awal koalisi prinsipnya kekeluargaan. Ketika ada tawaran wakil dari partai, ya dimusyawarahkan. Kalau enggak ketemu cari alternatif lain ya dimusyawarahkan lagi," kata Saan saat dihubungi, Kamis (20/12).

Advertisement

Pembahasan dilakukan di dua level. Pertama, pembahasan di tingkat pengurus partai. Setelah itu, dikomunikasikan di DPP masing-masing. Supaya tidak ada kebuntuan. Tugas untuk mengajak partai berunding ada di tangan Ridwan Kamil.

"Ke depan kita memang minta RK (Ridwan Kamil) menginsiasi melakukan pertemuan. Diakomodir semua keinginan partai koalisi, agar punya titik temu," ucapnya.

Usulan partai koalisi perlu diakomodir. Termasuk membicarakan kemungkinan mencari pasangan Ridwan Kamil di luar partai koalisi.

Advertisement

"Ya kalau NasDem dari awal menginginkan proses penentuan wakil dimusyawarahkan. Tawaran PKB juga akan diakomodir dimusyawarahkan," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PKB menawarkan solusi agar menghadirkan figur alternatif untuk menghindari polemik dalam pemilihan calon wakil gubernur yang mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar. Partai koalisi belum menemukan kata sepakat mengenai wakil yang disodorkan masing-masing partai.

Baik PPP maupun PKB sama-sama mengklaim kadernya lebih pantas mendampingi Ridwan Kamil. Bahkan kedua partai mengancam akan hengkang kalau kadernya tidak terakomodir. Akhirnya PKB menawarkan solusi mengurai deadlock dengan menghadirkan figur alternatif di luar partai koalisi. Menurut PKB, itu yang paling realistis agar partai tidak egois. Namun, hal itu mendapat tentangan dari PPP.

Ketua DPW PPP Jabar, Ade Munawaroh Yasin tidak setuju dengan opsi mencari wakil di luar partai. Dia menilai nama yang disodorkan masing-masing partai sudah cukup kompeten. Menurutnya, yang jadi persoalan adalah Ridwan Kamil tidak punya keberanian mengajak musyawarah untuk menentukan wakilnya.

"Deadlock apanya? Kita bicara saja belum pernah, bertemu juga belum. kenapa harus mengambil dari luar? Silakan kalau masing-masing punya kader tinggal disodorkan dan kita bahas bertiga (PPP,PKB dan Nasdem)," ujarnya.

Dia merasa heran karena PKB meributkan calon wakil. Padahal, sebelum Golkar bergabung dalam koalisi, Nasdem dan PKB tidak menyodorkan calon.

"Kami menyodorkan calon untuk melengkapi supaya satu tiket. Lalu masuklah kader kami Uu dan setelah itu tidak ada penolakan dari yang lain, kenapa sekarang rame," ucapnya.

"Kami menuntut hak kami, kan kita pemegang kursi terbesar, wajar ketika kami menyodorkan kader yang dianggap terbaik karena pengalaman memimpin dua periode. Track record bagus kenapa tidak, hak kami mempertahankan kader kami," tegasnya.

Jika mencari figur di luar partai, Ade menyebut itu mencoreng reputasi partai. Tidak hanya PKB, tapi juga PPP sebagai partai besar dan tua. Karena itu dia meminta Ridwan Kamil mengubah sikap dari pasif menjadi aktif untuk berkomunikasi dengan parpol.

"Ridwan Kamil juga tidak pernah menginisiasi pertemuan. Berbicara dengan kami tiga partai, bukan kami yang mengundang calon karena terkait pasangan dia harus nyaman," tutupnya.

Baca juga:
Dedi Mulyadi mengaku tak tahu PDIP akan duetkan dengan Anton Charliyan
PPP tolak tawaran PKB hadirkan figur alternatif pendamping Ridwan Kamil
Bahas Pilgub Jabar, Sekjen PDIP segera temui Airlangga Hartarto
Dedi Mulaydi sebut permasalahan di Jabar kemiskinan & hilangnya identitas
Jelang pengumuman Cawagub, relawan pastikan solid dukung Ridwan Kamil

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.