Ulama 212 instruksikan pendukung jauhi partai pendukung pemerintah
Hari menuturkan, ada pula perintah untuk 'menenggelamkan' suara calon legislatif yang diusung PDIP dan partai-partai yang membela penista agama.
Persaudaraan Alumni 212 menyatakan Rizieq Shihab dan para ulama memerintahkan untuk menjauhi partai pendukung penista agama. Partai-partai yang dimaksud adalah PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PPP, PKB dan Perindo.
"Para ulama telah menginstruksikan untuk menjauhi dan memutus hubungan dengan partai-partai, Nasdem, Perindo, Hanura, PPP, Golkar, PKB dan lain-lain pendukung penista agama," kata Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis melalui keterangan tertulis, Kamis (19/7).
Hari menuturkan, ada pula perintah untuk 'menenggelamkan' suara calon legislatif yang diusung PDIP dan partai-partai yang membela penista agama.
"Dalam artian simpatisan konstituen dihimbau oleh para ulama untuk bekerja keras mengalahkan partai-partai pembela penista agama di pemilu caleg-caleg di seluruh Indonesia," tegasnya.
PA 212 juga menyinggung soal kabar mantan kuasa hukum Rizieq Kapitra Ampera maju menjadi caleg dari PDIP. PA 212, kata Hari, telah mengecap Kapitra sebagai pengkhianat.
"Menjawab pertanyaan Kapitra yang dilontarkan kepada publik melalui pers perihal dirinya benar menjadi anggota PDIP untuk itu apakah dianggap berkhianat? Maka jawabannya adalah dia telah berkhianat," ujar Hari.
Hari menegaskan, pihaknya menganggap Kapitra melakukan kebohongan dengan mempublikasikan Rizieq sebagai calon presiden di Pilpres 2019.
Sebab, menurutnya, Kapitra sudah bukan anggota GNPF Ulama sejak sekitar 4 bulan yang lalu serta tidak lagi tercatat ikut dalam tim pengacara Rizieq.
"Sementara perihal klarifikasi Kapitra tentang dirinya masih menghendaki IB HRS untuk calon presiden, maka itu menambah daftar kebohongan atau kelicikannya," ungkapnya.
Baca juga:
Survei LIPI prediksi hanya 6 parpol yang lolos ke DPR
PKPU masih digugat di MA, Golkar daftarkan dua eks koruptor jadi caleg
KPU temukan bakal caleg mantan Napi korupsi di NTB dan Sumut
Banyak artis nyaleg, KPU yakin parpol pertimbangkan rekam jejak & kemampuan
PAN klaim peluang Zulkifli Hasan dan AHY jadi cawapres Prabowo sama
Daftar Caleg, 7 menteri diminta tetap fokus kerja