Tolak UU MD3, ratusan demonstran kembali datangi MK
Warga yang memakai seragam dominan merah dan putih serta membawa bendera merah putih ini mulai berorasi di depan Gedung MK sekitar pukul 10.00 WIB. Orator demonstran mengajak masyarakat bersatu menolak UU MD3.
Ratusan warga kembali berdemonstrasi di depan Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Mereka yang menamakan diri Presidium Rakyat Menggugat ini menolak pengesahan UU MD3 dan meminta MK mengabulkan uji materi.
Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan oleh ratusan mahasiswa se-Jabodetabek dan Banten menuntut Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan UU MD3 pada Rabu (14/3) kemarin.
Warga yang memakai seragam dominan merah dan putih serta membawa bendera merah putih ini mulai berorasi di depan Gedung MK sekitar pukul 10.00 WIB. Orator demonstran mengajak masyarakat bersatu menolak UU MD3.
"Tolak. Tolak. Tolak. Kita minta para hakim Mahkamah Konstitusi untuk menunjukkan bahwa mereka berpihak pada rakyat," ujarnya.
Seharusnya, lanjut orator, DPR tak perlu takut dikritik. Karena mereka adalah wakil rakyat yang digaji oleh rakyat.
UU MD3 yang mulai berlaku kemarin dinilai dapat mengancam demokrasi karena membungkam suara rakyat yang mengkritisi kinerja Anggota DPR. Semakin siang, warga yang bergabung dalam demonstrasi ini terus bertambah. Arus lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat juga sedikit tersendat.
Baca juga:
Aksi demonstrasi tak pengaruhi putusan uji materi UU MD3 di MK
Zulkifli sebut Cak Imin, Ahmad Basarah dan Muzani jadi Wakil Ketua MPR
PPP khawatir PKB isi pimpinan MPR jadi kasus korupsi baru
PPP khawatir PKB isi pimpinan MPR jadi kasus korupsi baru
UU MD3 berlaku, pimpinan DPR surati PDIP minta nama calon Wakil Ketua DPR
Pimpinan DPR sebut Jokowi tak perlu keluarkan Perppu soal UU MD3