LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

TKD Wajibkan Caleg di Jabar Pasang Gambar Jokowi di Alat Peraga Kampanye

Kubu partai politik pendukung Joko Widodo di Jawa Barat mengaku heran dengan kesan yang ditampilkan di media bahwa capres nomor urut 01 tidak menang dominan. Padahal, semua lembaga survei menghasilkan bahwa kubunya menang dengan selisih 8-20 persen.

2019-03-19 23:35:00
Pilpres 2019
Advertisement

Kubu partai politik pendukung Joko Widodo di Jawa Barat mengaku heran dengan kesan yang ditampilkan di media bahwa capres nomor urut 01 tidak menang dominan. Padahal, semua lembaga survei menghasilkan bahwa kubunya menang dengan selisih 8-20 persen.

Hal itu disampaikan juru Bicara Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin, MQ. Iswara usai menggelar pertemuan dalam Rapat Koordinasi, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) koalisi di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Selasa (19/3) malam.

"Semua survei menyebutkan bahwa 01 unggul. Dengan kisaran 8-20 persen secara nasional. Tapi kesannya, di berbagai media kita tidak dominan. Mungkin karena perilaku pemilih kita yang santun, pemilih 01 memang menghindari konflik, berdebat di medsos," ujar Iswara.

Advertisement

Dia kemudian menyebut, berdasarkan hasil survei LSI Denny JA bahwa ada permasalahan yang harus dibenahi dalam pesta demokrasi. Yakni, pengetahuan seputar Pemilu 2019 yang mana ada perebutan kursi presiden bersamaan dengan perebutan kursi legislatif di berbagai tingkatan.

Sedangkan untuk tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 bukan hal yang harus dikhawatirkan karena sudah masuk dalam angka aman dan cenderung tinggi.

"Tingkat partisipasi, alhamdulillah tinggi. Yang agak kurang itu pengetahuan masyarakat bahwa 17 April 2019 ada pilpres, kertasnya ada lima, (bermacam) warnanya apa, itu yang masih kurang," ucapnya.

Advertisement

Masih melandaskan pernyataannya kepada hasil survei dari lembaga yang sama, Iswara mengungkapkan, semua itu bisa diatasi karena para pemilih -berdasarkan survei- mendengarkan informasi yang keluar dari Parpol dan caleg.

Untuk itu, semua Bappilu partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin mewajibkan kader dan para calegnya menyosialisasikan cara memilih langsung dengan contoh surat suara yang digunakan pada saat pencoblosan. Selain itu, mereka pun wajib memasang gambar Jokowi-Ma'ruf Amin di dalam Alat Peraga Kampanye (APK).

"Karena dari data fakta bicara bahwa masyarakat banyak yang belum tahu, aware terkait Pilpres 2019," jelasnya.

"Para pemilih mendengarkan parpolnya, calegnya, kami sebagai paslon yang paling didukung banyak parpol. Memiliki Caleg terbanyak untuk DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten, Kota, kami optimis kerja dan kinerja caleg ini akan menaikan suara pak Jokowi dan Ma'ruf Amin di Jabar," lanjutnya.

Dia berharap, setelah pertemuan, semua strategi itu diterapkan oleh semua kader yang maju dalam Pileg secara lebih masif.

Disinggung mengenai target, Iswara mengakui belum mengevaluasi terkait kinerja untuk merealisasikannya selama masa kampanye.

"Sudah dibahas dalam raker awal, minimal (meraih) 60 persen. Kita belum melakukan evaluasi," pungkasnya.

Baca juga:
Jokowi: Survei Internal Kita, Partai Perindo Sudah 4,7 Persen
Bertemu Relawan, Ma'ruf Bicara Uang Negara Bocor dan Lari ke Luar Negeri
KPU Tak Ingin Undang Menteri Lagi di Acara Debat Keempat
Jokowi Telepon Ma'ruf Amin Usai Debat Lawan Sandiaga
DPR dan Kemendagri Sepakat Tak Punya e-KTP Dilarang Memilih di Pemilu 2019
Seknas Prabowo Temukan Cuma 1 Pemilih di TPS, KPU Akui Ada Kesalahan
Suket Tak Terkontrol, DPR Minta Kemendagri Percepat Cetak e-KTP

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.