Timses telah peringatkan Ahok agar tak blusukan ke Rawabelong
Pekan lalu, calon Gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok) mendapatkan penolakan dari warga Rawabelong saat melakukan kampanye. Ahok dianggap warga Rawa Belong sebagai penista agama. Akibatnya, Ahok harus dievakuasi ke Polsek Kebon Jeruk menggunakan angkutan umum.
Pekan lalu, calon Gubernur petahana Basuki T Purnama (Ahok) mendapatkan penolakan dari warga Rawabelong saat melakukan kampanye. Ahok dianggap warga Rawa Belong sebagai penista agama. Akibatnya, Ahok harus dievakuasi ke Polsek Kebon Jeruk menggunakan angkutan umum.
Ketua Bidang Kampanye dan Sosialisasi Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Merry Hotma mengaku sempat melarang Ahok untuk blusukan ke kawasan itu. Pihaknya sudah mendeteksi adanya potensi kericuhan, sebelum Ahok datang ke Rawa Belong.
"Padahal kita sudah bilangin jangan turun (ke Rawa Belong) karena ada penolakan. Cuma Ahok ngotot bilang, 'jalan terus'. Akhirnya kejadian kan tuh. Kita mendeteksi dari tim advance," kata Merry di markas timses Ahok-Djarot, Jalan Borobudur No 18, Jakarta, Minggu (6/11).
Meski sudah diperingatkan, katanya, Ahok tetap berkeras blusukan ke Rawa Belong. Kejadian ini justru membuat Ahok kian semangat untuk berkampanye.
"Uh enggak kapok, malah semangat langsung mau turun lagi tuh," tegasnya.
Sebelumnya, Ahok dikejar warga saat berkunjung ke Rawa Belong pada Rabu (2/11). Akibat dikejar warga, Ahok terpaksa dievakuasi ke Polsek Kebon Jeruk dengan menggunakan angkutan umum setelah didemo dan dikejar warga.
Semula, Ahok menyapa warga Rawa Belong sembari bersalaman dan berfoto. Namun, saat mantan politisi Gerindra ini memasuki Jalan Ayub, ada puluhan warga yang datang dari arah belakang rombongan mengejar Ahok.
Baca juga:
Timses setuju Ahok tidak mundur dari Pilgub DKI
Gelar perkara terbuka kasus Ahok, Polri tak boleh diintervensi
Mabes Polri pastikan gelar perkara kasus Ahok dilakukan bulan ini
Ini alasan Polri bakal gelar perkara kasus Ahok secara terbuka
Kasus dugaan penistaan agama, polisi periksa Ahok besok