Timses anggap gabungnya Yusril bisa hilangkan stigma Jokowi anti Islam
Dia memandang Yusril sebagai ahli tata negara dan hukum ulung. Meski begitu, Ketum PBB dipastikan berada di luar struktur timses.
Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Verry Surya Hendrawan mengatakan, bergabungnya Yusril Ihza Mahendra sebagai penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf Amin menambah kekuatan bagi kubunya. Menurutnya, ini menunjukkan Jokowi-Ma’ruf bukanlah calon pemimpin anti Islam.
"Walaupun, oke Yusril bergabung sebagai pribadi, namun tentu saja figur beliau sebagai ketum partai yang mengusung tema pembela umat dan pembela rakyat tidak bisa dilepaskan dari figur beliau. Sehingga ini tentu saja memberikan kekuatan baru, menafikkan, menghilangkan stigma bahwa Paslon 01, terutama capres adalah anti atau tidak dekat dengan kaum umat islam," Verry berujar saat dihubungi wartawan, Selasa (6/11/2018).
Dia memandang Yusril sebagai ahli tata negara dan hukum ulung. Meski begitu, Ketum PBB dipastikan berada di luar struktur timses.
"Sementara untuk pembagian tugas nanti akan berkoordinasi secara teknis dengan tim atau dengan divisi direktorat hukum dan advokasi, dalam hal ini dipimpin oleh Mas Ade Irvan Pulungan," Verry melanjutkan.
Sekjen PKPI ini berujar, secara umum koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf menyambut baik kehadiran Yusril. Meskipun, Yusril pernah bersebrangan dengan pemerintah Jokowi.
"Tentu saja ini memberikan semangat baru dan memberikan dukungan secara moril bahwa kami akan terus melakukan kampanye dan berpolitik santun dan berkeadaban," tandasnya.
Reporter:Ratu Annisaa Suryasumirat
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Reaksi Ketua Timses Prabowo soal Yusril gabung ke Jokowi: Ini demokrasi, bebas saja
Yusril jadi pengacara Jokowi, Timses yakin PBB merapat tapi HTI tidak
Timses duga Yusril gabung Jokowi karena tak cocok dengan gaya politik Prabowo
Bertemu Ma'ruf Amin, relawan janji bakal habis-habisan menangkan Pilpres
Yusril tak masuk Timses, tapi penasihat hukum pribadi Jokowi-Ma'ruf